Meimonews.com РCabang olahrqga (cabor) tinju targetkan mendapat dua medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 Papua. Target demikian dikarenakan persiapan yang dilakukan sudah cukup memadai.

“Untuk PON Papua (tahun 2021, kami menargetkan atlit / petinju kita mendapat dua medali emas,” ujar Ketua Umum Pengprov Pertina (Persatuan Tinju Nasional) Sulut Reyno Franciano Bangkang kepada¬†Meimonews.com di Manado, Kamis (23/9/2021) siang.

Target demikian, menurut Bangkang, tidak muluk – muluk karena persiapan yang dilakukan sudah cukup memadai. Apalagi Sulut adalah gudang petinju nasional dan sangat diperhitungkan di kancah nasional.

Dikemukakan,. Pengprov Pertina Sulut menargetlan demikian agar para petinju berusaha untuk mencapai target tersebut. “Dengan demikian, para petinju akan fokus bertanding dan berusaha meraih prestasi tertinggi (medali emas),” ujar Bangkang.

Ketika disinggung dari kelas mana saja yang akan mendapat medali emas, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Manado ini enggan menyebutkan. “Rahasia,” tegasnya singkat sambil tertawa.

Kendati demikian, Bangkang menyebutkan, semua petinju berpeluang mendapat medali emas. Apalagi nereka semua (para petinju Tim PON Sulut) sudah berlatih keras di bawah koordinasi Ketua Komtek dan Kepelatihan Bonix Saweho.

Semuanya, jelas Bangkang adalah hasil seleksi yang ketat dari petinju – petinju terbaik di daerah ini.

Menyinggung tentang daerah – daerah mana saja yang menjadi lawan terberat, Bangkang menegaskan, “semua daerah. Apalagi semua daerah .baik DKI, Papua, Sumatera dan lain terlihat cukup siap dan tak mau kalah dengan target medali emas.

“Itulah sebabnya kita tidak boleh pandang enteng. Harus fokus, full perhatian, harus mengerahkan semua kekuatan yang ada,” tandas mantan Kapolsek Malalayang ini.

Lima petinju Sulut yang dipersiapkan untuk berlaga di ajang PON Papua 2021adalah Veronika Nicolas (54 kg putri), Juandly Abbas (46 kg putra), Adrianus Salamisy (60 kg putra), Farrand Papendang (64 kg putra) dan Toar Sompotan (81 kg putra).

Mereka dilatih oleh Bonyx Saweho, I Wayan Sudia dan Patrick Timbowo. (lk)