Meimonews.com – Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) Tahun 2026 digelar di Kota Tomohon dengan sasaran para petani di ‘Kota Pendidikan’ tersebut.

Kegiatan yang diadakan Anugrah Hall Tomohon, Selasa (28/7/2026) ini menghadirkan narasumber dari Analis Divisi PEPK dan LMS Kantor OJK Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara (SulutGoMalut) Yusril Yuma Alfana, Perwakilan Bank SulutGo dan Perwakilan BCA.

Kegiatan yang dihadiri Kepala Cabang BSG Tomohon Lidya Dondokambey bersama jajaran, Kepala Cabang BCA Tomohon Syerli Imelda Pakasi bersama jajaran serta Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon Michael Joseph ini dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Walikota (Wawali) Tomohon Sendy Gladies Adolfina Rumajar.

Walikota Tomohon Carol Joram Azarias Senduk dalam sambutannya yang dibacakan Wawali mengungkapkan rasa bangganya karena Kota Tomohon ditetapkan sebagai salah satu wilayah pelaksanaan edukasi langsung Gencarkan tahun 2026.

Penetapan ini merupakan peluang yang sangat baik untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang sehat, pemanfaatan produk dan layanan keuangan yang legal, aman, dan sesuai kebutuhan.

Dijelaskan, sebagai daerah yang memiliki potensi agraris, sektor pertanian merupakan salah satu pilar utama perekonomian kota Tomohon. “Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi wadah yang positif bagi masyarakat untuk tidak hanya memiliki kemampuan dalam meningkatkan produktivitas usaha pertanian, tetapi juga harus mampu mengelola keuangan dengan baik, merencanakan investasi, memanfaatkan produk perbankan secara bijaksana, memperoleh akses pembiayaan yang sesuai, serta memahami berbagai risiko keuangan yang mungkin dihadapi,” sebutnya,

Melalui edukasi ini, Pemkot Tomohon berharap masyarakat Kota Tomhon, khusunya para petani semakin memahami pentingnya menabung, memanfaatkan layanan perbankan, menggunakan transaksi keuangan digital secara aman, mengakses kredit usaha secara bertanggung jawab, serta mampu terhindar dari berbagai bentuk investasi ilegal maupun pinjaman online yang tidak berizin.

“Pemerintah Kota Tomohon meyakini bahwa peningkatan literasi dan inklusi keuangan merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri, produktif, dan sejahtera,” ujarnya.

Ketika masyarakat semakin cerdas dalam mengelola keuangan, tambahnya, maka ketahanan ekonomi keluarga akan semakin kuat, usaha masyarakat akan berkembang, dan pada akhirnya akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Oleh sebab itu, saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. jadikan kesempatan ini sebagai ruang edukasi dalam memperluas wawasan sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Wawali mengutip Walikota.

“Saya juga berharap sinergi yang telah terjalin antara Pemerintah Kota Tomohon, Bank Sulutgo, Otoritas Jasa Keuangan, serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat dalam menghadirkan berbagai program edukasi keuangan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat,’ tambahnya. (elka)

Meimonews.com – Dalam upaya meningkatkan pemahaman keuangan sejak dini, Bank SulutGo (BSG), Bank Central Asia (BCA) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersinergi menggelar program GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) di Pondok Pesantren PKPPS Tahfidz Alquran Markaz Tidzkar, Kota Kotamobagu, Kamis (5/3/2026).

Acara yang dimulai setelah bakda shalat Dzuhur ini menyasar para santri dan tenaga pendidik guna memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan keuangan serta pengenalan produk perbankan yang aman dan diawasi oleh negara.

Mewakili Pemerintah Kota Kotamobagu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kusnadi Pobela dalam sambutannya menekankan bahwa literasi keuangan adalah kecakapan hidup yang krusial di era digital.

“Kami sangat mengapresiasi langkah BSG, BCA, dan OJK yang masuk ke lingkungan pesantren. Ilmu mengelola keuangan sama pentingnya dengan ilmu akademik lainnya agar para santri tidak terjebak dalam praktik keuangan ilegal di masa depan,” ujarnya pada acara yang turut dihadiri Deputi Branch Manager BSG Kotamobagu Fernel Kasenda dan Humas BSG Zhahir Pulukadang.

Puncak acara diisi dengan penyampaian materi oleh Megawati (perwakilan OJK SulutGo) yang antara lain menjelaskan peran OJK dalam melindungi konsumen serta memberikan tips praktis bagi para santri dalam menyisihkan uang saku untuk ditabung.

Megawati mengingatkan untuk waspada terhadap investasi bodong dengan mengenali ciri-ciri penipuan yang marak di media sosial.

Dijelaskan pula tentang Budaya Menabung, dengan memperkenalkan produk tabungan simpel bagi pelajar/santri, serta pengelolaan keuangan digital, yang merupskan cara aman bertransaksi menggunakan layanan perbankan.

Kehadiran BSG dan BCA dalam satu panggung menunjukkan komitmen sektor perbankan untuk mendukung inklusi keuangan secara inklusif.

Melalui program GENCARKAN, diharapkan para santri Markaz Tidzkar tidak hanya menjadi penghafal Al-Qur’an yang mumpuni, tetapi juga menjadi generasi yang cerdas secara finansial.

Kegiatan ditutup dengan sesi tanya-jawab interaktif dan pemberian apresiasi bagi santri yang mampu menjawab kuis seputar dunia perbankan dengan tepat. (elka)