Meimonews.com  – Direktur Utama RSUP Kandou Starry Rampengan dan direksi lainnya serta Ketua Dewan Pengawas Bayu Teja Muliawan dan anggota dewas lainnya, melakukan inspeksi/telusur ke sejumlah ruangan rawat inap RSUP Kandou, Selasa (22/7/2025).

Fokus utama adalah kesiapan ruangan KRIS (Kelas Rawat Inap Standar) serta evaluasi menyeluruh kondisi ruangan, termasuk perbaikan toilet, AC, dan penggantian alat kesehatan yang rusak.

Telusur tersebut juga mencakup interaksi langsung dengan dokter dan perawat di ruang operasi Cathlab, CT Scan, MRI, dan ruangan lainnya untuk memastikan fungsi alat medis. Keluhan terkait alat kesehatan (alkes) langsung ditindaklanjuti oleh Direktur Utama di hadapan Ketua Dewan Pengawas.

‎Ketua Dewan Pengawas (Dewas) menyoroti masalah infrastruktur RSUP Kandou yang didominasi bangunan tua.

Kerusakan rutin seperti kebocoran, saluran air mampet, dan kerusakan alat medis menjadi kendala utama. “Hal ini berdampak pada kenyamanan pasien dan bahkan kerusakan alat-alat medis yang mahal, terutama alat radiologi dan di ruang rehabilitasi medik,” ujar Ketua Dewas.

‎Untuk mengatasi masalah ini, lanjutnya, Dewan Pengawas dan Direksi berupaya mendapatkan tambahan anggaran dari Kementerian Kesehatan untuk mendemolis bangunan tua dan membangun gedung baru sesuai master plan yang telah disusun.

‎”Upaya ini juga mencakup pemetaan alat medis rusak, prioritas perbaikan dan penggantian, khususnya alat vital, dan pemanfaatan program pemerintah seperti program penanganan kanker,” jelasnya seraya menambahkan, sementara pemenuhan standar ruang KRIS juga menjadi tantangan tersendiri. ‎

‎”Bangunan lama yang tidak dilengkapi kamar mandi dan desain ruangan yang tidak sesuai standar menjadi kendalanya.,” katanya.

‎Keputusan untuk renovasi atau pembangunan baru, menurutnya, akan mempertimbangkan pendanaan dan akses pelayanan agar tidak merugikan pasien dan pendapatan rumah sakit.

Sementara renegosiasi kontrak KSO alat medis juga akan dilakukan untuk memastikan keuntungan bagi RSUP Kandou. Dewan Pengawas dan Direksi akan melakukan evaluasi periodik untuk perbaikan pelayanan

‎Meskipun menghadapi persaingan dari rumah sakit baru dan keterbatasan anggaran, optimisme tetap tinggi berkat dedikasi SDM RSUP Kandou. Proyek pembangunan gedung kanker baru diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dan kapasitas rumah sakit.

Starry mengungkapkan, RSUP Kandou menghadapi tantangan besar. “Bangunan yang berusia 30 tahun sudah banyak mengalami kerusakan. Banyak alat medis perlu perawatan dan penggantian,” ujarnya.

‎Peningkatan kualitas SDM juga menjadi prioritas. “Semua upaya ini ditujukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan demi masyarakat Sulawesi Utara,” sebutnya.

Starry menegaskan, target kita, adalah menjadikan RSUP Kandou sebagai rumah sakit terbaik di Sulawesi Utara dengan teknologi tercanggih, SDM terbaik, dan pelayanan paripurna.

‎Terkait persiapan ruangan KRIS, Starry menjelaskan, perubahan sistem kelas standar rumah sakit sesuai arahan Kemenkes akan berlaku mulai 31 Desember 2025.

Sekitar 40 persen ruangan belum memenuhi standar, sehingga dibutuhkan waktu, kerja sama tim yang solid, dukungan finansial yang memadai.

“Tentunya pertolongan Tuhan yang terutama, agar RSUP Kandou tetap menjadi rumah sakit rujukan terbaik di Sulawesi Utara,” tandasnya.‎

‎Turut hadir dalam giat tersebut, Pattiselanno Roberth Johan, Anggota Dewan Pengawas, Hari Utomo, Anggota Dewan Pengawas/Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Sulut, Indriasari Sundoro, Anggota Dewan Pengawas/Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Kekayaan Negara‎ Andri H. Karundeng, Sekretaris Dewan Pengawas.

Selainniyu, ‎Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian Yune Laukati, ‎Direktur Medik dan Keperawatan dr. Wega Sukanto, Direktur Layanan Operasional Erwin Sondang serta para pejabat manajer dan Asmen. (Fer)

Meimonews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara, Gorontalo dan Maluku Utara (SulutGoMalut) terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Salah satu inisiatif utama yang sedang digencarkan adalah mendorong pengembangan ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan melalui kolaborasi erat dengan pemerintah daerah (Pemda) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD), dalam hal ini Bank SulutGo (BSG).

Sebagai bagian dari Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED), OJK telah menjalin sinergi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango untuk membangun ekosistem ekonomi berbasis ternak sapi potong. Koordinasi awal telah dilakukan pada Rabu (16/7/2025) di Kantor OJK SulutGoMalut.

Pendekatan yang digunakan adalah end-to-end, mencakup perencanaan, pendanaan, pendampingan, hingga pemasaran, dengan tujuan menciptakan nilai tambah yang menyeluruh dalam rantai pasok komoditas unggulan di daerah.

Pengembangan ini tidak hanya memanfaatkan potensi sumber daya alam, tetapi juga bertujuan untuk membuka akses pembiayaan yang lebih luas dan inklusif, khususnya bagi peternak dan pelaku UMKM di sektor produktif.

Melalui skema pembiayaan berbasis ekosistem closed loop, diharapkan terjadi kesinambungan antara sektor hulu dan hilir, melibatkan offtaker dan lembaga jasa keuangan secara terstruktur dan berkelanjutan.

Komitmen serupa juga ditekankan dalam pertemuan koordinasi OJK dengan seluruh Pimpinan Cabang BSG di Sulawesi Utara dan Gorontalo Jumat (18/7/2025).

Diskusi meliputi capaian dan rencana pengembangan komoditas unggulan di setiap wilayah kerja, seperti kakao, kelapa, pala, jagung, hortikultura, perikanan tangkap, perikanan budidaya, hingga sektor pariwisata.

BSG diharapkan dapat merancang skema pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan sektor riil dan karakteristik masing-masing daerah.

Upaya ini sejalan dengan arah kebijakan dalam Roadmap Penguatan BPD Tahun 2024–2027, khususnya pada Pilar Ketiga yang menekankan Penguatan Peran terhadap Perekonomian Daerah dan Nasional. Melalui pilar ini, OJK mendorong BPD untuk menjadi agen pembangunan yang tangguh, berdaya saing, dan memiliki peran signifikan dalam mendukung sektor-sektor produktif serta peningkatan inklusi keuangan di daerah.

OJK juga mengajak seluruh pihak yang memiliki kepentingan serupa, termasuk pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas lokal, untuk berperan aktif dalam menciptakan ekosistem ekonomi daerah yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Sinergi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memastikan optimalisasi setiap potensi lokal dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Dengan mengedepankan kolaborasi, pendekatan berbasis potensi daerah, dan skema pembiayaan terintegrasi, OJK optimistis bahwa pengembangan ekonomi berbasis komoditas unggulan dapat menjadi pilar strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat menuju visi Indonesia Emas 2045. (*/Afer)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menegaskan, pembahasan Ranperda (Rancangan Peraturan Daerah) merupakan bagian penting dari evaluasi pelaksanaan anggaran, termasuk memperhatikan berbagai masukan yang telah disampaikan oleh DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah).

Penegasan tersebut disampaikan Walikota Manado Andrei Angouw pada Rapat Paripurna DPRD Kota Manado yang dilaksanakan di Kantor DPRD Kota Manado, Senin (21/7/2025).

Rapat Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Manado Aaltje Dondokamney ini dilaksanakan dalam rangka Pembicaraan Tingkat II terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Manado Tahun Anggaran 2024.

“Adanya rekomendasi-rekomendasi dari DPRD tentu akan kita kawal bersama demi mendukung pelaksanaan pembangunan di Kota Manado,” ujar Walikota.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini berharap agar seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) dapat menindaklanjuti dan memperhatikan setiap rekomendasi yang telah disampaikan oleh DPRD.

Walikota menekankan bahwa Ranperda Pertanggungjawaban APBD merupakan wujud akuntabilitas penganggaran yang harus diketahui bersama melalui penyajian data dan angka secara transparan.

Walikota menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DPRD Kota Manado, khususnya Badan Anggaran (Banggar) atas pembahasan Ranperda ini.

Turut hadir dalam rapat paripurna ini, pimpinan dan anggota DPRD Kota Manado, Forkopimda Kota Manado, Pj. Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, para asisten, kepala SKPD, serta tamu undangan lainnya. (elka)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw mengunjungi Pelabuhan Manado untuk meninjau langsung kondisi terkini pasca kebakaran KM Barcelona VA, Minggu (20/7/2025)..

Walikota hadir bersama Menteri Perhubungan Republik Indonesia Dudy Purwagandhi, serta sejumlah pejabat terkait, guna melihat langsung proses evakuasi dan penanganan para korban yang dilakukan di Pelabuhan Manado sebagai titik evakuasi.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum evaluasi bersama dan koordinasi lintas sektor antara Pemerintah Kota Manado dan instansi terkait untuk menyusun langkah-langkah tindak lanjut, baik dalam aspek peningkatan keselamatan pelayaran maupun upaya penanganan lanjutan bagi para korban.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Zona Tengah Bakamla RI Teguh Prasetya, Kepala PT Jasa Raharja Sulawesi Utara Dicky Syiwa Permadi, Kepala Kakansar Manado George Randang, Dandim 1309/Manado Letkol Arh. Yosip Brozti Dadi, Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid.

Selain itu Pj. Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, Kepala Dinas Perhubungan Kota Manado Jeffry Worang, unsur TNI dan Polri serta pejabat dan perwakilan lembaga lainnya. (elka)

Meimonews.com – Menyusul penerimaan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPKP3K), Jumat (18/7/2025) yang khusus di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut yang dipusatkan di Kantor Gubernur Sulut maka setelah itu, P3K di lingkungan Bapenda Sulut mendapat pembekalan.

Pembekalan dilakukan oleh Pimpinan Bapenda Sulut dengan cara bertahap. Tahap pertama dilakukan di ruang rapat kantor pusat Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Sulut, usai kegiatan di kantor Gubernur Sulut.

Pembekalan tahap pertama ini diikuti P3K yang bertugas di Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelola Pendapatan Daerah (UPTD PPD) se-Sulut, di luar UPTD PPD Manado.

Dua ratusan P3K ini mendapat pembekalan oleh Sekretaris Bapenda Sulut Filma D. Kepel di dampingi Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Evaluasi Johanes Tamuntuan, Kabid Pajak Harold Runtuwene dan Kabid Retribusi Johny Siby.

Tahap kedua kedua dilaksanakan di tempat yang sama dan diikuti 30-an P3K dari UPTD PPD Manado. Pembekalan dilakukan Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen di dampingi Sekretaris Filma D. Kepel, Kabid Dalev, Kabid Pajak dan Kepala UPTD PPD Manado Michael Langelo.

Dalam pembekalsn, June dan Filma menekankan tentang pentingnya membangun loyalitas, integritas, satu komando dalam menjalankan tugas sebagai pegawai pemerintah di bawah kepemimpinan Gubernur Sulut Mayjen Purn. Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Johanes Victor Mailangkay.

Pemprov Sulut, menurut June, sangat konsern dengan keberadaan calon P3K sehinggs berusaha mempercepat pengangkatannya sehingga pada Jumat (18/7/2025), SKnya sudah bisa diterima.

Pimpinan Bapenda mengingatkan untuk membangun komunikasi dan informasi dalam tugas pelayanan sebagai aparat sipil negara (ASN) dengan perjanjian kerja serta dalam upaya menjalankan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur untuk masyarakat maju, sejahtera dan berkelanjutan.

“Pelayanan harus jadi bagus. Jangan bekerja sendiri dan tak lupa pula saling berkomunikasi,” ujar June.

June mengingatkan pula untuk memantapkan jiwa/rasa korsa, kekompakan dan mendengarkan arahan pimpinan.

“Sebagai P3K harus berkinerja baik, loyal, profesional dan berintegritas dalam menjalankan tugas dan pelayanan,” tandas pejabat kreatif dan sangat giat turun lapangan dalam upaya meningkatkan pendapan daerah ini.

Dalam pembekalan tersebut dipaparkan pula filosofi PBB (Peraturan Baris Berbaris). Ada beberapa poin yang bisa dipakai dari filosofi PBB yakni satu komando, keselarasan, kekompakan dan disiplin

Filosofi PBB yang bisa diambil untuk dijadikan pegangan dalam menjalankan tugas P3K, menurut Filma, bukan cuma soal belajar baris-berbaris tapi empat poin itu yang harus dipedomani. (elka)

Meimonews.com – Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) menerima kunjungan kerja Wakil Bupati Pohuwato Iwan Adam di Kantor Pusat Bank SulutGo, Jumat (18/7/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk mengadakan audiensi dengan jajaran direksi Bank SulutGo sekaligus menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD-RI).

Wakil Bupati Pohuwato yang di dampingi beberapa pejabat penting Pemkab Pohuwato, disambut Direktur Operasional Bank SulutGo Louisa Parengkuan dan beberapa pemimpin divisi.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan produktif tersebut, dibahas berbagai potensi kolaborasi dan peningkatan layanan perbankan untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Pohuwato.

“Kami sangat menyambut baik kunjungan Bapak Wakil Bupati Pohuwato. Ini adalah wujud komitmen kami untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memajukan daerah masing-masing,” ujar Louisa.

Penandatanganan PKS SIPD-RI ini, tambahnya, merupakan langkah konkrit Bank SulutGo dalam mendukung transparansi dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah, sejalan dengan arahan pemerintah pusat.

PKS SIPD-RI ini akan memungkinkan Bank SulutGo untuk menyediakan layanan perbankan yang terintegrasi dengan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah yang digunakan oleh Pemkab Pohuwato.

Dengan integrasi ini, diharapkan proses transaksi keuangan daerah, mulai dari perencanaan, penganggaran, penatausahaan, hingga pelaporan, dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan akuntabel.

Wakil Bupati Pohuwato, dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi atas dukungan Bank SulutGo. “Kami berharap dengan adanya kerja sama SIPD-RI ini, pengelolaan keuangan di Pemkab Pohuwato akan semakin baik dan transparan. Bank SulutGo adalah mitra strategis kami dalam mencapai tata kelola pemerintahan yang baik,” ujarnya.

Kerjasama ini menegaskan peran Bank SulutGo sebagai motor penggerak ekonomi daerah dan mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima dan tata kelola keuangan yang akuntabel.

Diharapkan, implementasi SIPD-RI ini dapat segera berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi Pemerintah Kabupaten Pohuwato dan masyarakatnya. (Afer)

Meimonews.com – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia (Mendukbangga)/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Wihaji bersama Lazismu, mengunjungi rumah tidak layak huni di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.

Rumah yang dikunjungi mantan Bupati Batang kelahiran Sragen, 22 Agustus 1976 tersebut direncanakan menjadi sasaran program bantuan bedah rumah dalam rangka penanggulangan stunting.

Wihaji menjelaskan, kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan keluarga berisiko stunting dapat tinggal di lingkungan yang sehat dan layak huni.

Mendukbangga/Kepala BKKBN RI Wahaji

Program ini menjadi bagian dari strategi BKKBN dalam menurunkan angka stunting di Jawa Barat, yang memiliki pengaruh besar terhadap prevalensi stunting nasional.

“Kenaikan prevalensi stunting di Jawa Barat sangat menentukan angka stunting nasional. Melalui kolaborasi ini, BKKBN telah melakukan asesmen dan memilih dua rumah sebagai sampel intervensi, yang juga disertai bantuan pemenuhan gizi keluarga,” ujar Wihaji, baru-baru.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat Ardi Luthfi Kautsar menambahkan, kondisi hunian yang tidak layak sangat berkontribusi terhadap tingginya angka stunting. Karena itu, Lazismu berperan aktif dalam memberikan solusi melalui program bedah rumah.

“Peran Lazismu adalah memberikan nilai manfaat kepada keluarga yang membutuhkan melalui pembangunan ulang rumah-rumah tersebut,” kata Ardi.

Lazismu mengalokasikan dana sebesar Rp 25 juta untuk masing-masing rumah, yang disalurkan dari dana zakat. Bantuan tersebut mencakup proses perobohan dan pembangunan kembali rumah, bekerja sama dengan pemangku kepentingan lokal, khususnya di Kabupaten Bandung.

Program ini diharapkan menjadi model kolaborasi multisektor dalam pencegahan stunting. Selain memperkuat intervensi gizi, upaya ini juga menekankan pentingnya faktor lingkungan dan kualitas hunian sebagai bagian integral dari pembangunan keluarga yang sehat. (Afer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou Manado menggelar ibadah pengutusan direksi baru di Gereja Oikumene Lukas, Kompleks rumah sakit yang akrab disebut RSUP Kandou, Jumat (18/7/2025.

Acara yang dihadiri seluruh civitas hospitalia ini menandai berakhirnya masa jabatan sebagian direksi dan sekaligus menjadi momen perpisahan dan penyambutan bagi kepemimpinan baru.

Turut hadir pada acara ini, sejumlah mantan direksi, di antaranya Maxy Rondonuwu, Jimmy Panelewen dan Ivonne Elisabeth Rotty. Kehadiran mereka semakin memperkuat makna peralihan kepemimpinan yang penuh hikmat dan harapan bagi masa depan RSUP Kandou.

Ibadah dipimpin Pdt. Martin L. Rindengan, dan dimeriahkan puji-pujian dari berbagai unsur RSUP Kandou, termasuk Direktur Utama, Dewan Direksi, Satuan Pengawas Internal (SPI), Direksi periode sebelumnya, serta seluruh direktorat yakni Direktorat Medik & Keperawatan, Direktorat SDM & Diklit, Direktorat Layanan Operasional, Direktorat Perencanaan & Keuangan, dan Tim Aesculap.

Rondonuwu, mewakiki mantan Direktur Utama dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kesehatan dan kesempatan untuk bersama-sama dalam ibadah tersebut. Ia menyampaikan terima kasih atas penyelenggaraan ibadah pengutusan dan undangan yang diberikan.

Rondonuwu juga memberikan pesan kepada direksi baru untuk memantapkan kepercayaan diri dalam memimpin civitas hospitalia RSUP Kandou. Ia dan para mantan direksi menyatakan komitmen penuh untuk mendukung kepemimpinan Starry Rampengan, memberikan masukan dan dukungan berdasarkan pengalaman mereka.

Sebagai penutup, disampaikan ucapan selamat dan doa restu bagi Rampengan dan dewan direksi yang baru.

Dirut RSUP Kandou Starry Rampengan menyampaikan rasa syukur atas rahmat Tuhan. Dijelaskan bahwa penunjukannya sebagai Direktur Utama merupakan amanah dari Presiden Republik Indonesia untuk meningkatkan sektor kesehatan di Sulawesi Utara, yang kemudian diresmikan melalui pelantikan oleh Menteri Kesehatan.

Rampengan memohon doa restu dari para mantan direksi dan seluruh hadirin untuk memimpin RSUP Kandou menuju kemajuan yang lebih baik.

Ditegaskan bahwa prinsip kerjanya akan selalu berpedoman pada “bekerja untuk Tuhan, bukan untuk manusia”. Ia juga meminta dukungan dari para senior dan hamba Tuhan untuk mewujudkan visi tersebut. (Fer)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr, RD Kandou (akrab disebut RSUP Kandou) meluncurkan Sapaan “Salam Sehat,” flyer pemberitahusn program sebagai ipaya meningkatkan pelayanan dan menciptakan suasana ramah.

Peluncuran program ini dilakukan pada saat apel di halaman kantor pusat rumwh sakit, baru-baru.

Program ini berupa penerapan sapaan “Salam Sehat” yang wajib dilakukan oleh seluruh civitas hospitalia, termasuk pegawai, pengunjung, dan pasien.

Sapaan “Salam Sehat” dilakukan dengan cara menaruh tangan kanan di dada kiri, disertai ucapan “Salam Sehat” dan senyuman. Hal ini diharapkan dapat menciptakan interaksi yang lebih hangat dan humanis antara petugas medis dan pasien, serta di antara pengunjung rumah sakit.

Inisiatif ini merupakan bagian dari program BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan.

Program ini menekankan pentingnya pelayanan publik yang berorientasi pada kepuasan pasien dan menciptakan lingkungan kerja yang harmonis.

Penerapan sapaan “Salam Sehat” ini diharapkan dapat meningkatkan citra positif RSUP Kandou Manado sebagai rumah sakit yang ramah dan peduli terhadap pasien. Selain itu, sapaan ini juga diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas di antara seluruh civitas hospitalia.

Pihak RSUP Kandou berharap program ini dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi seluruh stakeholders. Sosialisasi dan pelatihan telah dilakukan untuk memastikan seluruh civitas hospitalia memahami dan menerapkan sapaan “Salam Sehat” dengan baik (Fer).

Meimonews.com – Dharma Wanita Persatuan Unima (Universitas Negeri Manado) yang diketuai Jeannet Kumaat mengadakan olahraga bersama, yang rutin dilaksanakan setiap Jumat.

Kali ini, Jumat (18/7/2025), di momen olahraga bersama yang dilaksanakan di kawasan Megamas Manado turut dihadiri Ny. Fauzan, istri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI.

Dari lingkungan Unima, selain pengurus dan anggota Dharma Wanita, dikuti pula oleh Rektor Unima Joseph Philip Kambey dan beberapa pimpinan Unima lainnya.

Dalam olahraga bersama ini dilakukan jalan sehat dan senam bersama. Suasana keakraban dan kegembiraan terlihat di momen ini.

Ny. Fauzan mengungkapkan, ia sangat senang karena bisa berolahraga bersama di tempat yang indah pemandangannya. “Manado adalah kota yang sangat baik dan indah pemandangannya,” ujarnya. (FA)