Meimonews.com – Menyusul penerimaan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPKP3K), Jumat (18/7/2025) yang khusus di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut yang dipusatkan di Kantor Gubernur Sulut maka setelah itu, P3K di lingkungan Bapenda Sulut mendapat pembekalan.

Pembekalan dilakukan oleh Pimpinan Bapenda Sulut dengan cara bertahap. Tahap pertama dilakukan di ruang rapat kantor pusat Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Sulut, usai kegiatan di kantor Gubernur Sulut.

Pembekalan tahap pertama ini diikuti P3K yang bertugas di Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelola Pendapatan Daerah (UPTD PPD) se-Sulut, di luar UPTD PPD Manado.

Dua ratusan P3K ini mendapat pembekalan oleh Sekretaris Bapenda Sulut Filma D. Kepel di dampingi Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Evaluasi Johanes Tamuntuan, Kabid Pajak Harold Runtuwene dan Kabid Retribusi Johny Siby.

Tahap kedua kedua dilaksanakan di tempat yang sama dan diikuti 30-an P3K dari UPTD PPD Manado. Pembekalan dilakukan Kepala Bapenda Sulut June E. Silangen di dampingi Sekretaris Filma D. Kepel, Kabid Dalev, Kabid Pajak dan Kepala UPTD PPD Manado Michael Langelo.

Dalam pembekalsn, June dan Filma menekankan tentang pentingnya membangun loyalitas, integritas, satu komando dalam menjalankan tugas sebagai pegawai pemerintah di bawah kepemimpinan Gubernur Sulut Mayjen Purn. Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Johanes Victor Mailangkay.

Pemprov Sulut, menurut June, sangat konsern dengan keberadaan calon P3K sehinggs berusaha mempercepat pengangkatannya sehingga pada Jumat (18/7/2025), SKnya sudah bisa diterima.

Pimpinan Bapenda mengingatkan untuk membangun komunikasi dan informasi dalam tugas pelayanan sebagai aparat sipil negara (ASN) dengan perjanjian kerja serta dalam upaya menjalankan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur untuk masyarakat maju, sejahtera dan berkelanjutan.

“Pelayanan harus jadi bagus. Jangan bekerja sendiri dan tak lupa pula saling berkomunikasi,” ujar June.

June mengingatkan pula untuk memantapkan jiwa/rasa korsa, kekompakan dan mendengarkan arahan pimpinan.

“Sebagai P3K harus berkinerja baik, loyal, profesional dan berintegritas dalam menjalankan tugas dan pelayanan,” tandas pejabat kreatif dan sangat giat turun lapangan dalam upaya meningkatkan pendapan daerah ini.

Dalam pembekalan tersebut dipaparkan pula filosofi PBB (Peraturan Baris Berbaris). Ada beberapa poin yang bisa dipakai dari filosofi PBB yakni satu komando, keselarasan, kekompakan dan disiplin

Filosofi PBB yang bisa diambil untuk dijadikan pegangan dalam menjalankan tugas P3K, menurut Filma, bukan cuma soal belajar baris-berbaris tapi empat poin itu yang harus dipedomani. (elka)

Meimonews.com – Suasana mencekam menyelimuti Pelabuhan Manado menyusul peristiwa kebakaran Kapal Barcelona 5 yang tengah berlayar dari Talaud menuju Manado, Minggu (20/7/2025).

Insiden yang terjadi minggu siang tersebut mengakibatkan seluruh penumpang melompat ke laut.

Menanggapi situasi darurat ini, Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD. Kandou Manado Starry Rampengan langsung turun ke lapangan bersama tim medis untuk melakuakan pertolongan bagi korban.

Ruang perawatan darurat rumah sakit yang akrab disebut RSUP Kandou ini selalu siap untuk mengantisipas para korban jika dirujuk dan memastikan ketersediaan tempat tidur, obat-obatan, dan peralatan medis yang memadai.

Dirut menyampaikan imbauan kepada seluruh personil RSUP Kandou agar tetap siaga. “Saya telah menginstruksikan seluruh tim medis dan administrasi RSUP Kandou untuk bersiaga penuh. Prioritas utama kita adalah menyelamatkan nyawa dan memberikan perawatan terbaik bagi para korban,” ujarnya.

Dirut menyampaikan apresiasi kepada tim medis dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan korban terbakarnya kapal laut Barselona 5. (Fer)

Meimonews.com – Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) menerima kunjungan kerja Wakil Bupati Pohuwato Iwan Adam di Kantor Pusat Bank SulutGo, Jumat (18/7/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk mengadakan audiensi dengan jajaran direksi Bank SulutGo sekaligus menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD-RI).

Wakil Bupati Pohuwato yang di dampingi beberapa pejabat penting Pemkab Pohuwato, disambut Direktur Operasional Bank SulutGo Louisa Parengkuan dan beberapa pemimpin divisi.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan produktif tersebut, dibahas berbagai potensi kolaborasi dan peningkatan layanan perbankan untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Pohuwato.

“Kami sangat menyambut baik kunjungan Bapak Wakil Bupati Pohuwato. Ini adalah wujud komitmen kami untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam memajukan daerah masing-masing,” ujar Louisa.

Penandatanganan PKS SIPD-RI ini, tambahnya, merupakan langkah konkrit Bank SulutGo dalam mendukung transparansi dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah, sejalan dengan arahan pemerintah pusat.

PKS SIPD-RI ini akan memungkinkan Bank SulutGo untuk menyediakan layanan perbankan yang terintegrasi dengan sistem informasi pengelolaan keuangan daerah yang digunakan oleh Pemkab Pohuwato.

Dengan integrasi ini, diharapkan proses transaksi keuangan daerah, mulai dari perencanaan, penganggaran, penatausahaan, hingga pelaporan, dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan akuntabel.

Wakil Bupati Pohuwato, dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi atas dukungan Bank SulutGo. “Kami berharap dengan adanya kerja sama SIPD-RI ini, pengelolaan keuangan di Pemkab Pohuwato akan semakin baik dan transparan. Bank SulutGo adalah mitra strategis kami dalam mencapai tata kelola pemerintahan yang baik,” ujarnya.

Kerjasama ini menegaskan peran Bank SulutGo sebagai motor penggerak ekonomi daerah dan mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima dan tata kelola keuangan yang akuntabel.

Diharapkan, implementasi SIPD-RI ini dapat segera berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi Pemerintah Kabupaten Pohuwato dan masyarakatnya. (Afer)

Meimonews.com – Minggu (20/7/2025) berlangsung Pengucapan Syukur di Wilayah Minahasa (acapkali disebut juga Minahasa Induk). Momen unik untuk merasakan dan mengalami hal “menjamu dan dijamu” dalam suasana ungkapan syukur.

Di negeri yang ramah tamah ini, apakah kita semakin terbantu dan membudayakan tradisi “menjamu dan dijamu” seperti dalam kisah-kisah bacaan Kitab Suci Minggu (20/7/2027) ?

Simak renungan Paus Leo XIV, yang teks aslinya berbahasa Italia.

Keramahtamahan (hospitalitas) Abraham dan istrinya Sarah, dan kemudian keramahtamahan Marta dan Maria, sahabat-sahabat Yesus, menjadi pusat perhatian kita liturgi hari ini (bdk. Kej 18:1-10; Luk 10:38-42).

Setiap kali kita menerima undangan Perjamuan Kudus dan mengambil bagian dalam meja Ekaristi, Allah sendirilah yang “datang untuk melayani kita” (bdk. Luk 12:37). Namun, Allah kita telah terlebih dahulu tahu bagaimana menjadikan diri-Nya sebagai tamu, dan bahkan hari ini Dia berdiri di depan pintu kita dan mengetuk (bdk. Why 3:20).

Dalam bahasa Italia, tamu berarti orang yang menjamu dan yang dijamu. Dengan demikian, pada hari Minggu di musim panas ini kita dapat merenungkan permainan kata saling menjamu, yang jika tidak demikian hidup kita menjadi miskin.

Dibutuhkan kerendahan hati untuk menjadi tuan rumah dan dijamu. Dibutuhkan kehalusan, perhatian dan keterbukaan. Dalam Injil, Marta mengambil risiko untuk tidak masuk sepenuhnya ke dalam sukacita perjumpaan ini.

Dia begitu sibuk dengan apa yang harus dia lakukan untuk menyambut Yesus, sehingga beresiko kehilangan momen perjumpaan yang tak terlupakan. Marta adalah seorang yang murah hati, tetapi Tuhan memanggilnya untuk sesuatu yang lebih indah daripada kemurahan hati itu sendiri. Dia memanggilnya untuk keluar dari dirinya sendiri.

Saudari-saudari yang terkasih, hanya inilah yang membuat hidup kita berkembang: membuka diri terhadap sesuatu yang menjauhkan kita dari diri kita sendiri dan pada saat yang sama memenuhi diri kita sendiri.

Pada saat Marta mengeluh karena saudarinya meninggalkannya sendirian dalam melayani (bdk. ay. 40), Maria seolah-olah kehilangan semua waktu dan ditaklukkan oleh sabda Yesus. Ia tidak kalah konkret dari saudarinya, dan juga tidak kurang murah hati. Akan tetapi, ia telah memanfaatkan kesempatan yang ada.

Inilah sebabnya mengapa Yesus menegur Marta: karena ia tetap berada di luar keakraban yang seharusnya dapat memberikan sukacita yang lebih besar baginya (bdk. ay. 41-42).

Waktu musim panas ini dapat membantu kita untuk “melambat” dan menjadi lebih seperti Maria daripada Marta. Terkadang kita tidak mengizinkan diri kita sendiri untuk mendapatkan bagian yang terbaik. Kita perlu beristirahat, dengan keinginan untuk belajar lebih banyak tentang seni keramahtamahan.

Industri liburan ingin menyajikan berbagai macam pengalaman kepada kita, tapi mungkin bukan itu yang kita cari. Faktanya, liburan itu gratis, dan setiap perjumpaan sejati tidak dapat dibeli: baik perjumpaan dengan Tuhan, perjumpaan dengan orang lain, maupun perjumpaan dengan alam.

Kita hanya perlu menjadikan diri kita sebagai tamu: memberi ruang dan juga memintanya; menyambut dan disambut. Kita harus banyak menerima dan tidak hanya memberi.

Abraham dan Sarah, meskipun sudah tua, menemukan diri mereka berbuah ketika mereka diam-diam menyambut Tuhan sendiri dalam diri ketiga tamu itu. Bagi kita juga, ada begitu banyak hal dalam kehidupan ini yang harus diterima.

Marilah kita berdoa kepada Perawan Maria, Bunda yang menyambut, yang menyambut Tuhan di dalam rahimnya dan bersama dengan Yusuf memberikan sebuah rumah kepada-Nya.

Dalam dirinya bersinarlah panggilan kita, panggilan Gereja untuk tetap menjadi rumah yang terbuka bagi semua orang, untuk terus menyambut Tuhannya, yang memohon izin agar dapat masuk ke dalam rumah kita. (*)

Meimonews.com – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia (Mendukbangga)/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Wihaji bersama Lazismu, mengunjungi rumah tidak layak huni di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.

Rumah yang dikunjungi mantan Bupati Batang kelahiran Sragen, 22 Agustus 1976 tersebut direncanakan menjadi sasaran program bantuan bedah rumah dalam rangka penanggulangan stunting.

Wihaji menjelaskan, kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan keluarga berisiko stunting dapat tinggal di lingkungan yang sehat dan layak huni.

Mendukbangga/Kepala BKKBN RI Wahaji

Program ini menjadi bagian dari strategi BKKBN dalam menurunkan angka stunting di Jawa Barat, yang memiliki pengaruh besar terhadap prevalensi stunting nasional.

“Kenaikan prevalensi stunting di Jawa Barat sangat menentukan angka stunting nasional. Melalui kolaborasi ini, BKKBN telah melakukan asesmen dan memilih dua rumah sebagai sampel intervensi, yang juga disertai bantuan pemenuhan gizi keluarga,” ujar Wihaji, baru-baru.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat Ardi Luthfi Kautsar menambahkan, kondisi hunian yang tidak layak sangat berkontribusi terhadap tingginya angka stunting. Karena itu, Lazismu berperan aktif dalam memberikan solusi melalui program bedah rumah.

“Peran Lazismu adalah memberikan nilai manfaat kepada keluarga yang membutuhkan melalui pembangunan ulang rumah-rumah tersebut,” kata Ardi.

Lazismu mengalokasikan dana sebesar Rp 25 juta untuk masing-masing rumah, yang disalurkan dari dana zakat. Bantuan tersebut mencakup proses perobohan dan pembangunan kembali rumah, bekerja sama dengan pemangku kepentingan lokal, khususnya di Kabupaten Bandung.

Program ini diharapkan menjadi model kolaborasi multisektor dalam pencegahan stunting. Selain memperkuat intervensi gizi, upaya ini juga menekankan pentingnya faktor lingkungan dan kualitas hunian sebagai bagian integral dari pembangunan keluarga yang sehat. (Afer)

Meimonews.com – Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat Manado berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Pendidikan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTi) Wilayah Timur Indonesia dan Perhimpunan Agroteknologi Indonesia (PAGI) akan menggelar International Conference on Agriculture, Food, Environment and Energy (InCaffe) 2025.

Kegiatan yang mengangkat tema Strengthening Agricultural Higher Education Through Inovation and International Collaboration for Sustainable Food Environment Energy ini akan diadakan lewat zoom dan secara hibrid di Sintesa Peninsula Hotel Manado, Rabu – Jumat (6 – 8/8/2025.

Acara internasional yang dilaksanakan oleh Panitia yang diketuai Fabiola Saroinsong dengan Sekretaris Maya Montolalu ini, sebut Dekan Faperta Unsrat Manado Dedie Tooy, akan dirangkaikan pula dengan Lokakarya FKPTPI Wilayah Timur dan Kongree Nasional PAGI.

“Pak Rektor Unsrat Manado (Oktovian Berty Alexander Sompie), pak Gubernur Sulut (Mayjen Purn. Yulius Selvanus) serta International Coconut Community (ICC), Kementan RI dan Universitas Pertahanan Indonesia sangat mensuport kegiatan ini,” ujar Tooy kepada Meimonews.com via WhatsApp, Minggu (20/7/2025).

Gubernur Sulut, menurut Tooy, telah mengkonfirmasikan akan membuka dan memberikan sambutan pada kegiatan ini, sementara Rektor Univeritas Pertahanan (Unhan) Letjen Purn. Anton Nugroho telah menyatakan kesediaannya menjadi keynote speaker bersama dengan Menteri Pertanian RI Andi Sulaiman.

“Pak Rektor Unhan selain hadir dalam kegiatan ini, akan pula melakukan penandatangan MoU (Memorandum of Understanding) dengan Unsrat Manado,” ujar Dekan penuh kreativitas ini.

Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy

Sejumlah pakar internasional menjadi pembicara InCAFFE. Mereka adalah Jean Marc Roda (Cirad Prancis), Fabian M. Dayrit (Atonoo Da Manila University Phillipines), Jefina C. Alow (International Coconut Community), Rajesh MK (International Covonut Comunity), Fahrul Zaman Huyop (Malaysia University of Technology), Tamara Jackson (Adolaida Univerity Australia), Jeremy Badgery Parker (Adolaida University Australia), Nurul Huda (Sabbah University Malaysia) dan Lily Ishak (Chair of FKPTPI Eastern Region). (FA)

Meimonews.com – Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. RD Kandou Manado menggelar ibadah pengutusan direksi baru di Gereja Oikumene Lukas, Kompleks rumah sakit yang akrab disebut RSUP Kandou, Jumat (18/7/2025.

Acara yang dihadiri seluruh civitas hospitalia ini menandai berakhirnya masa jabatan sebagian direksi dan sekaligus menjadi momen perpisahan dan penyambutan bagi kepemimpinan baru.

Turut hadir pada acara ini, sejumlah mantan direksi, di antaranya Maxy Rondonuwu, Jimmy Panelewen dan Ivonne Elisabeth Rotty. Kehadiran mereka semakin memperkuat makna peralihan kepemimpinan yang penuh hikmat dan harapan bagi masa depan RSUP Kandou.

Ibadah dipimpin Pdt. Martin L. Rindengan, dan dimeriahkan puji-pujian dari berbagai unsur RSUP Kandou, termasuk Direktur Utama, Dewan Direksi, Satuan Pengawas Internal (SPI), Direksi periode sebelumnya, serta seluruh direktorat yakni Direktorat Medik & Keperawatan, Direktorat SDM & Diklit, Direktorat Layanan Operasional, Direktorat Perencanaan & Keuangan, dan Tim Aesculap.

Rondonuwu, mewakiki mantan Direktur Utama dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kesehatan dan kesempatan untuk bersama-sama dalam ibadah tersebut. Ia menyampaikan terima kasih atas penyelenggaraan ibadah pengutusan dan undangan yang diberikan.

Rondonuwu juga memberikan pesan kepada direksi baru untuk memantapkan kepercayaan diri dalam memimpin civitas hospitalia RSUP Kandou. Ia dan para mantan direksi menyatakan komitmen penuh untuk mendukung kepemimpinan Starry Rampengan, memberikan masukan dan dukungan berdasarkan pengalaman mereka.

Sebagai penutup, disampaikan ucapan selamat dan doa restu bagi Rampengan dan dewan direksi yang baru.

Dirut RSUP Kandou Starry Rampengan menyampaikan rasa syukur atas rahmat Tuhan. Dijelaskan bahwa penunjukannya sebagai Direktur Utama merupakan amanah dari Presiden Republik Indonesia untuk meningkatkan sektor kesehatan di Sulawesi Utara, yang kemudian diresmikan melalui pelantikan oleh Menteri Kesehatan.

Rampengan memohon doa restu dari para mantan direksi dan seluruh hadirin untuk memimpin RSUP Kandou menuju kemajuan yang lebih baik.

Ditegaskan bahwa prinsip kerjanya akan selalu berpedoman pada “bekerja untuk Tuhan, bukan untuk manusia”. Ia juga meminta dukungan dari para senior dan hamba Tuhan untuk mewujudkan visi tersebut. (Fer)

Meimonews.com – Setelah melalui proses Musyawarah Provinsi (Musprov) Sulut pada Oktober 2024, Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Indonesia (PBSI) Sulawesi Utara Masa Bakti 2024 – 2028 dilantik oleh Pengurus Besar (PB) PSI.

Pelantikan Pengrov baru PSI Sulut tersebut dilakukan Sekretaris Jenderal PB PBSI Ricky Subagja (mewakili Ketua Umum M. Fadil Imran) di Gran Puri Hotel Manado, Sabtu (19/7/2025).

Hadir pada acara yang ditandai penandatangan berita acara pelantikan dan penyerahan pataka organisasi ini antara lain Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulut Jimmy Ringkuangan (mewakili Gubernur Sulut Mayjen Purn. Yulius Selvanus), perwakilan Forkopimda Sulut.

Selain itu, Wakil Ketua Umum KONI Sulut / Staf Khusus Gubernur Christian Youkung, Kapolresta Manado Kombes Pol. Irham Halid, Kadispora Minsel Fibert Raco dan Ketua-ketua PBSI Kabupaten/Kota se-Sulut.

Dalam sambutannya, Ketua Pengprov Sulut Adrian Umboh mengungkapkan rasa bersyukurnya karena boleh dilantiknya Pengrov baru PBSI Sulut, setelah melalui proses Musprov Oktober 2024.

“Tentunya, tanggung jawab yang dipercayakan dengan komitmen bersama, semua pengurus PBSI Sulut akan menjalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Sekjen PB PBSI Ricky Subagja saat membacakan sambutan Ketum PB PBSI Fadil Imran

Beberapa program seperti konsolidasi organisasi di semua tingkatan baik di PBSI Provinsi maupun Kabupeten/Kota dan pelaksanaan Kejuaraan Sulut Open akan terus dilaksanakan.

Tak kalah pentingnya, tambahnya, yang akan diakukan bahkan sementara berjalan adalah peningkatan jumlah atlit di seluruh PBSI.

Ketua Umum Pengrov PBSI Sulut Adrian Umboh ketika memberikan sambutan

Ketua Umum PB PSI dalam sambutannya menjelaskan, acara pelantikan ini merupakan momentum yang penting dalam menjalankan roda organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta Peraturan Organisasi PBSI.

Kemajuan olahraga Bulutangkis saat ini, menurutnya, sudah sangat berkembang dengan pesat, baik secara nasional maupun internasional.

Foto bersama Pengrov PBSI Sulut masa bakti 2024-2028 bersama Sekien PB dan undangan khusus

“Jika kita ingin regenerasi atlet-atlet bulutangkis Indonesia dapat mengimbangi prestasi dari negara-negara lainnya, maka dibutuhkan komitmen dan kerjasama untuk terus membangun organisasi yang solid, dinamis, dan berdaya guna, demi tercapainya visi dan misi yang kita perjuangkan bersama antara Pusat dengan Daerah,” ujar Sekjen membacakan sambutan Ketua Umum PB.

Ia yakin, dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, kita akan mampu mewujudkan harapan-harapan tersebut.

Ditegaskan, sinergi antara Pengurus Pusat dan Pengurus PBSI Sulawesi Utara serta anggota PBSI lainnya adalah kunci keberhasilan kita,” tegasnya seraya menambahkan untuk jangan segan-segan memberikan masukan, kritik yang membangun, serta ide-ide kreatif demi kemajuan organisasi.

Kepada pengurus dan anggota PBSI diajak untuk terus menjaga semangat solidaritas, kejujuran, dan profesionalisme dalam menjalankan roda organisasi.

“Pelantikan ini bukan hanya simbol seremonial, tetapi merupakan awal dari tanggung jawab besar yang harus kita emban bersama,” sebutnya.

Oleh karenanya, ia mengajak agar sama-sama bekerja keras dan berkontribusi dalam menjalankan tugas-tugas pengurus dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab, membangun organisasi bulutangkis sebagai olahraga yang selalu memberikan kebanggaan dan kegembiraan bagi masyarakat Indonesia, serta mengharumkan nama bangsa dan negara RI yang kita cintai ini.

Sekretaris Pengrov Sulut Donald K. Monintja kepada Meimonews.com, usai pelantikan menjelaskan, pelantikan Pengurus baru PBSI Sulut hasil Musprov Oktober 2024 ini mengacu pada Surat Keputusan PB PBSI Nomor : SKEP/008/PBSI/I/2025 yang ditandatangani Ketum dan Sekjen.

Pengprov PBSI Sulut masa bakti 2024 – 2028 ini, sebutnya, dan ditambahkan Koordinator Bidang Humas Vouke Lontaan, terdiri dari beberapa Penasehat dan Pengawas serta Pengurus Harian dan Bidang – Bidang.

Ketua Umum Adrian Umboh, Ketua Harian Josef Wawolumaya, Ketua 1 – 3 yakni Stvrie Tenda, Allen Kalangi dan Jesse Rico Fernandus, Sekretaris Umum Donald K. Monintja, Wakil Sekretaris Umum Deky Taarugam, Bendahara Umum Reynald Takumangsang dan Wakil Bendahara Umum Dennis Wuisantono.

Pengurus Harian ini dilengkapi Koordinator dan Anggota dari delapan bidang. (elka)

Meimonews.com – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Wamendiktisaintek RI) Fauzan berdialog dengan pimpinan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Jumat (18/7/2025).

Dialog berlangsung di ruang Rektorat Unsrat Manado yang dihadiri Oktovian Berty Alexander Sompie, wakil-wakil Rektor, para Dekan dan pimpinan Unsrat Manado lainnya.

Dalam sambutannya, Rektor mengatakan, program Kampus Berdampak merupakan inisiatif strategis sejalan dengan visi Unsrat, menjadikan universitas sebagai pusat solusi, di mana ilmu pengetahuan tidak hanya berkembang d iruang akademik tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat, dunia usaha dan pemerintah daerah.

Rektor berharap, dialog dengan Wamendiktisaintek ini, memperoleh inspirasi tentang strategi penguatan program Kampus Berdampak dalam kerangka besar Diktisaintek Berdampak.

Wamemdiktisaintek RI dalam sambutannya mengatakan, Kampus sebagai problem solfer, harus melakukan perubahan tatakelola perguruan tinggi untuk mencapai kesejahteraan masyarakat.

“Kampus sebagai pusat peradaban memiliki tanggung jawab sebagai agen perubahan untuk menuju peradaban yang lebih baik,” ujarnya. (FA)

Meimonews.com – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Mendiktisaintek RI) Fauzan menegaskan, Universitas Negeri Manado (Unima) berpotensi melangkah lebih cepat.

Penegasan tersebut disampaikan Wamen di dampingi Rektor Unima Joseph Philip Kambey di sela kunjungan kerjanya di Unima, Tondano, Kamis (17/7/2025).

“Unima, secara institusional punya potensi untuk melaju lebih cepat lagi,” tandasnya.

Disebutkan, ia senang bisa berkunjung ke Unima. “Mudah-mudahan, Rektor bisa mengawal pikiran-pikiran kawan-kawan di Unima ” ujarnya.

Dan lagi, yang harus dicacat, sambungnya, adalah pikiran-pikiran yang muncul dari kawan-kawan itu adalah pikiran-pikiran solutif. (FA)