Meimonews.com – Sejumlah atraksi kesenian, talkshow serta spirit and mission mewarnai hari pertama Perayaan Syukur 40 tahun Seminari Tahun Orientasi Rohani (TOR) Pondok Emaus (Poem) Tateli, Minahasa, Sabtu (1/6/2024).

Atraksi tersebut adalah koor dari Frater-frater Seminari Pineleng, Koor Frater-frater Seminari TOR Poem, Koor Mahasiswa STFS Pineleng, Vokal Group Mahasiswa Asrama Benedicta serta Tari Kabasaran (Minahasa) dan Tari Myama Tawahuk (Tanimbar) yang dibawakan Frater-frater Seminari TOR Poem.

Selain itu, talkshow yang menampilkan pembicara Uskup Amboina Mgr.Inno Ngutra Pr dengan pemandu Rektor Seminari TOR Poem Pastor Bonefasius Boro Bin Ola Pr serta spirit and mission dari Ketua Pukat (Profesional Usahawan Katolik) Keuskupan Manado Jimmy Asiku dan Ketua Catholic Family Ministry Raldi Laluyan.

Acara digelar Panitia yang diketuai Jonas Adam ini dimulai di gereja dan diawali Angelus serta berlanjut di aula tempat pembinaan calon-calon imam Diosesan Keuskupan Manado.

Hadir pada kesempatan itu, antara lain Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, Uskup Sorong Monokwari Mgr. Datus Lega, Wakil Rektor Seminari TOR Poem Pastor Marson Pungis Pr, Ketua UNIO Pastor Melky Malingkas Pr, Rektor Baru TOR Poem Pastor Danny Surentu Pr, Rektor Seminari Pineleng Pastor Ambrosius Wuritimur Pr, Rektor Seminari Kakaskasen Pastor Berthi Imbar Pr, Rektor Agustinianum Pastor Jivon Motikas Pr.

Sejumlah undangan lainnya juga hadir di antaranya perwakilan Kongregasi Suster-suster DSY Sr. Geralda Untu, perwakilan Frater-frater CMM Frater Herman Mandagi dan tokoh umat Keuskupan Manado Welly Pesoth dan istri serta tokoh umat Stasi Tateli Paroki Mokupa (lokasi seminari ini berada) seperti Bismark Lumentut.

Saat talkshow, Mgr. Inno memaparkan pengalamannya saat pembinaan di seminari ini sewaktu masih berstatus frater. Banyak hal-hal yang dialaminya serta menjadi pendorong semangat sehingga ia bisa ditahbiskan menjadi imam dan bahkan menjadi uskup.

Pengalaman-pengalaman tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para frater yang sementara menjalani pembinaan di seminari yang berlokasi di Stasi Tateli Paroki Mokupa ini. (lk)

Meimonews.com – Rektor Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng, IPU Asean Eng yang diwakili Dekan Fakultas Teknik (Fatek) Unsrat Manado Prof. Dr. Ir. Fabian J. Manoppo, Agr. menjadi keynote speaker Talkshow Hari Air Dunia (HAD) tahun 2024.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Dekanat Lantai 5 Fakultas Teknik Unsrat Manado,  akhir pekan lalu ini menghadirkan sejumlah narasumber di antaranya Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi Ir. Sugeng Harianto, M.Si, MT dan Kepala Bapelitbang Kota Manado Dr. Linny, Tambajong, ST, M.Si.

Bertindak sebagai moderator pada talkshow yang mengangkat tema Water for Peace (Air untuk Perdamaian) ini adalah Dr. Jeffry Sumaraw, MT yang adalah dosen Fatek Unsrat Manado.

Prof. Fabian menegaskan, potensi air tanah di Kota Manado saat ini sudah sangat kecil, yang diakibatkan oleh eksplorasi air tanah yang semakin tinggi.

“Persoalannya, pertama, karena perkembangan kota, di mana saat ini kita menjadi kota bisnis; kedua, sumber air tanah seperti hutan, semakin kecil, karena kita dituntut untuk perkembangan perumahan, jalan, dan sebagiannya serta adanya pencemaran air,” ujarnya.

Untuk itu, tambahnya, para pengambil kebijakan, kalau bisa kita sama-sama menjaga, bersinergi untuk sama-sama melihat permasalahan dan memecahkan secara komunikatif demi menjaga air untuk generasi yang mendatang.

Adapun dari paparan talkshow yang dilaksanakan, disebutkan beberapa program penyediaan air baku yang dilaksanakan oleh Balai Sungai, antara lain pembangunan intake sarana air baku di beberapa daerah seperti di Kepulauan Sangihe, Talaud dan di Minahasa Utara, serta pembangunan prasarana air baku di Bendungan Lolak dan Bendungan Kuwil Kawangkoan.

Dirjen SDA Kementerian PUPR
Bob Arthur Lombogia, dalam sambutannya menjelaskan, kegiatan HAD dilaksanakan seiring dengan Pelaksanaan World Water Forum (WWF) ke 10, yang akan diselenggarakan di Bali pada Mei mendatang, sehingga tema HAD di tahun ini yakni Water for Peace (Air Untuk Perdamaian).

“Melalui tema ini, kita ketahui bersama bahwa peran air dalam kehidupan manusia adalah sangat penting. Oleh sebab itu, pengelolaan sumber daya air adalah suatu hal yang harus kita lakukan secara bersama-sama agar air dapat terjaga baik dari segi kuantitas, kualitas, maupun kontinuitas daripada air itu sendiri untuk kehidupan kita manusia,” ujarnya

Lombogia berharap, kegiatan talkshow dapat menghasilkan buah-buah pikiran, ide-ide maupun inovasi dalam rangka pelestarian sumber daya air untuk diwariskan kepada anak cucu di masa mendatang.

Doktor Linny dalam pemaparan materinya mengungkap pentingnya upaya penyelamatan dan latar belakang penyediaan air minum.

Dalam pasal 33 UUD 45 disebutkan, bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Pasal 28H (1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

Menguatkan point ini, doktor Linny menyebutkan, Deklarasi Majelis Umum PBB bahwa air bersih dan sanitasi sebagai Hak Asasi Manusia.

Disebutkan pula 6 Prinsip Dasar Pengelolaan SDA (Putusan MK No. 85/PUU-XI/2013) Negara harus memenuhi Hak Rakyat Atas Air; Target 6 SDGs : air bersih menjamin Ketersediaan dan keberlanjutan pengelolaan air; RPJMN Indonesia (2020-2024, Universal Access (100%) Sektor Air Minum; serta Renstra PUPR (2020-2024) 100 persen Air Minum Layak.

“Amanah itu menyatakan bahwa tugas negara untuk menyediakan air minum layak,” ujarnya dalam pemaparan materinya yang berjudul Solusi dan tantangan Indonesia hadirkan akses air bersih di daerah terpencil. (FA)

Meimonews com – Berkolaborasi dengan Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia (Kemenaker RI), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulut menggelar Talkshow di Bitung, Jumat (26/1/2024).

Hal- hal terkait kesejahteraan pekerja dibahas dalam kegiatan dialog dan edukasi yang mengusung tema Pekerja produktif, pekerja bahagia dengan fasilitas kesejahteraan pekerja ini.

Lima narasumber/panelis ditampilkan pada kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Wakil Walikota Bitung Hengky Honandar, SE ini.

Kelima narasumber/panelis itu adalah Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN RI Dr. Irma Ardiana, MAPS (secara daring) dengan materi Peningkatan kualitas keluarga melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan bagi tenaga kerja, Direktur Bina Akses Pelayanan KB BKKBN RI Dr. H. Zamhir Setiawan, M.Epid tentang Pedoman pelaksanaan pelayanan.

Selain itu, Direktur Hubungan Kerja dan Pengupahan Kemenaker Ir. Dinar Titus Jogaswitani, MBA, National Project Officer HIV/AIDSand  Care Economy Ilo Jakarta Early Dewi Nuriana serta Sekretariat Komite Tapera.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg dalam laporannya menjelaskan, pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk   memberi pembinaan dan pemahaman informasi kepada stakeholder serta  mendorong penyediaan fasilitas kesejahteraan pekerja di perusahaan.

Penyediaan fasilitas kesejahteraan, khususnya fasilitas yang dapat meringankan beban pengasuhan (care works) program ketahanan keluarga, pelayanan KB di perusahaan serta program Tabungan Perumahan Rakyat.

Kepala BKKBN Perwakilan Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg saat menyerahkan bantuan kepada salah satu anak stunting

Hal ini sebagaimana  tertuang dalam  Perjanjian Kerja Sama antara Kedeputian Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN dengan Ditjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker tentang Peningkatan Kualitas Keluarga  melalui pembinaan ketahanan dan kesejahteraan tenaga kerja.

Dalam sambutannya, Honandar mengungkapkan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pelaksanaan kegiatan kolaborasi ini.

Wakil Walikota Bitung Hengky Honandar, SE saat menyerahkan bantuan bagi salah satu anak stunting

Selaku pemerintah daerah, pihaknya tetap mendukung dan bekerjasama yang baik dengan pihak perusahaan.

Usai pembukaan kegiatan dilanjutkan  dengan penyerahan bantuan bagi lima anak sunting dari kota Bitung.

Dari data yang ada untuk Sulut, industri besar dan menengah sebanyak 107 perusahaan dengan jumlah tenaga kerja  sebanyak 11.979 orang sementara industri mikro dan kecil sebanyak 53.303  perusahaan dengan  jumlah tenaga kerja sebanyak 101.746 orang.

Khusus Kota Bitung terdapat 41 perusahaan IBS dengan tenaga kerja  sebanyak 5.286 orang dan IMK  sebanyak 4.327 perusahaan  dengan  9.818 orang.

Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) perusahaan  yang terintegrasi di BKKBN untuk Sulut sebanyak tiga Klinik Pratama yang berlokasi di Kota  Bitung yaitu PT Salim Ivomas (7172008), PT Indofood  (7172026) dan PT Multi Nabati Sulawesi  (7172028).

Dengan kegiatan ini diharapkan Kabupaten/Kota dapat meningkatkan komitmen stakeholder dan mitra kerja di tingkat kabupaten/kota dalam mendukung program percepatan penurunan stunting dan  meningkatnya peran fasilitas pelayanan KB perusahaan dalam memberikan pelayanan keluarga berencana di perusahaan. (Fer)

Meimonews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Utara mengelar. kegiatan Informasi dan Edukasi melalui Talkshow / Tatapmuka kepada Siswa-siswi SMK Negeri 2 Manado di kompleks persekolahan yang terletak di Jl. Pumorow Manado, Kamis (7/10/2021).

Sejunlah naraumber / pembicara ditampilkan pada kegiatan yang dimoderatori Ketua Komunitas Tolak Narkoba (KTN) Lexie Kalesaran dan diikuti 55 siswa dengan mengikuti protokol kesehatan pandemi Covid-19 tersebut.

Narasumber / pembicara tersebut adalah Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Victor J. Lasut yang sekaligus membuka acara, Koordinator Bidang P2M BNN Sulut Sam G. Repy yang membawakan materi Upaya P4GN dalam rangka War on Drugs, Sekdispora Sulut Ronny F. Siwu tentang Peran Pemuda dalam Memerangi Narkoba.

Selain itu, Irene DC Rindorindo tentang Teknik Komunikasi Langsung dan Pemanfaatan Media Komunikasi untuk War on Drugs serta Plt Sub Koordinator Pencegahan Bidang P2M BNN Sulut Dian Yuni Seria tentang Penjelasan dan Pengisian Dectari.

Lasut dalam pemaparan materinya menjelaskan tentang apa itu narkoba jenis-jenis narkoba, bahaya narkoba, Indonesia Darurat Narkoba, Prevalensi penyalahgunaan Narkoba di Indonesia da khususnya di Sulut, upaya P4GN dan peran pemuda dalam P4GN.

Diungkapkan, saat menjabat Direktur Reserse Narkoba Polda Sulut, ia pernah menangkap pengedar Narkoba di depan Kompleks sekolah, yang dulunya masih belum seramai saat ini dan di beberapa sekolah lainnya di daerah ini.

Lasut berharap, setelah kegiatan informasi dan edukasi ini, siswa-siswa di sekolah ini bisa menyampaikan tentang bahaya narkoba ke teman-teman lainnya baik yang bersekolah di SMK Negeri 2 Manado maupun teman-teman sekolah lain dan keluarga.

“Dengan demikian, adik-adik telah berperan dalam P4GN (pencegahan dan Pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” ujar mantan Direktur Reserse Umum Polda Sulut ini.

Kegiatan di SMK Negeri 2 Manado pimpinan Julius R. Koloay ini dilaksanalan oleh panitia yang diketuai Sub Koordinator Pemberdayaan Bidang P2M (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat) BNN Sulut Terry Tikoalu. (lk)

Meimonews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut menggelar Informasi dan Edukasi Bahaya Narkoba melalui Talkshow/Tatapmuka kepada Siswa-siswi SMP Binasari Manado, Kamis (4/3//2021).

Puluhan siswa persekolahan yang terletak di Kelurahan Ketang Baru, Kecamatan Singkil tersebut mengikuti kegiatan dengan tetap memperhatikan protokol keesehatan (prokes) yang ditetapkan Pemerintah.

Kegiatan yang dibuka pelaksanaannya oleh Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Victor J.. Lasut itu menampilkan Ketua Relawan Anti Narkotika (RAN) Sulut Monica Satriawan dan Camat Singkil Zainal Nawawi sebagai narasumber sedang Ketua Komunitas Narkoba Lexie Kalesaran menjadi moderator.

Dalam sambutannya, Lasut antara lain memaparkan kondisi penyalahgunaan narkoba di Sulut termasuk kawasan rawan narkoba di daerah ini yang sungguh memprihatinkan.

“Ada sejunlah kelurahan rawan narkoba di Sulut tahun 2021. Dari 29 kelurahan yang masuk kategori bahaya, salah satunya adalah Kelurahan Ketang Baru Manado,” ujar Lasut.

Mantan Direskrimum Polda Sulut ini lantas menguraikan peta pesebaran narkotika termasuk bagaimana hal tersebut masuk ke daerah ini.

Lasut berharap dengan adanya kegiatan ini, siswa-siswi di SMP Binasari Manado menjadi tahu tentang bahayanya narkoba dan tidak menggunakannya/memakainya termasuk tidak mencoba-coba.

Ketua RAN Sulut Monica Satriawan dalam pemaparan materinya menjelaskan tentang Ran baik tentang definisi; azas, prinsip kerja dan fungsi; persyaratan/kriteria umum; standar kompetensi; hak dan kkewajiban maupun bagaimana berkomunikasi dengan baik. (af)