Meimonews.com – SMP Katolik St. Fransiskus Xaverius Pineleng melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah SMP Tahun Ajaran 2026/2027 di kompleks sekolah pimpinan Erry Ratag, Senin – Jumat (13-17/7/2026).

Pelaksanaan MPLS Ramah SMP yang secara umum mengusung tema Murid Baru SMP Berkarakter dan Siap Belajar ini setiap harinya ada tema yang diangkat, yang setiap harinya berbeda dan merupakan penjabaran dari tema umum.

Beberapa materi diberikan pada MPLS Ramah SMP yang dilaksanakan Panitia yang diketuai Yanti Rosanti Tatu tersebut, di antaranya adalah Pengenalan profil dan visi misi sekolah; Pengenalan tata tertib dan budaya sekolah; Ice breaking dan permainan kerja sama.

Pembiasaan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat; Tur lingkungan sekolah; Pengenalan sarana dan prasarana sekolah; Pengenalan organisasi dan ekstrakurikuler; Games edukasi dan refleksi.

Sekolah ramah anak dan anti perundungan; Pendidikan karakter dan budaya 5 S; Hidup bersih dan sehat di sekolah; Simulasi tanggap darurat keselamatan sekolah; Refleksi dan jurnal harian MPLS.

Sopan santun bermedia sosial; Pencegahan hoaks dan keamanan digital; Motivasi belajar dan meraih pestasi; Mengenal kurikulum dan pembelajaran SMP; Presentasi kelompok dan refleksi.

Review materi MPLS, Pentas kreasi dan unjuk bakat; Penyusunan komitmen murid SMP; Pengisian refleksi dan evaluasi MPLS; Bahaya penyalahgunaan Narkoba/Napza.

Pembawa materi di hari terakhir yang membawakan materi Bahaya penyalahgunaan Narkoba/Napza adalah Ketua Perhimpunan Putra Putri (PPP) Brimob Lexie Kalesaran.

Materi dibawakan secara interaktif agar para puluhan siswa yang mengikuti edukasi ini bisa mudah memahami/mengerti materi yang disampaikan, apalagi ditampilkan pula dengan LCD.

Dalam pemaparan materinya, Kalesaran menjelaskan apa itu Napza/Narkoba, jenis-jenis dan pengelompokkannya serta bahaya yang ditimbulkan bila menyalahgunakannya, kondisi penyalahgunaan yang telah menyeret para siswa dan mahasiswa dengan jumlah yang cukup memprihatinkan.

Dijelaskan pula aspek resiko bila telah menyalahgunakan, beberapa kepribadian remaja yang rentan terhadap penyalahgunaan Narkoba/Napza, penyebab penyalahgunaannya, serta seharusnya siswa berbuat apa ?

Penyalahgunaan dan peresaran gelap Narkoba ungkap Kalesaran, sudah menjadi permasalahan yang sangat memprihatinkan di seluruh dunia termasuk Indonesia dan Sulawesi Utara.

Halmana, antara lain karena penggunanya sudah merembes sanpai kepada para siswa dan mahasiswa yang adalah generasi penerus bangsa.

Kondisi narkoba dewasa ini telah menjadi kejahatan bersifat lintas negara (transnational crime), kejahatan terorganisasi (organized crime) dan kejahatan serius (extra ordinary crime).

“Karena semakin besarnya pengguna dan luasnya peredaran narkoba dan lain-lain permasalahannya maka Indoesia telah menetapkan Darurat Narkoba,” ujarnya.

Oleh karenanya, para siswa diedukasi agar tidak coba-coba pakai karena dampak yang ditimbulkannya bukan hanya untuk para pengguna tapi juga bagi keluarga, masyarakat dan negara, apalagi jadi pengedar karena ada sanksi hukumnya.

Para siswa diajak untuk fokus belajar untuk menahan diri, belajar arti kehidupan, belajar untuk masa depan. Belajar yang baik selama menempuh pendidikan di sekolah, dan di luar sekolah.

Diajak untuk meraih cita-cita dengan berprestasi baik dalam hal pendidikan, pramuka, olahraga, kesenian, aktif dalam kegiatan keagamaan, dan lain-lain. “Jadilah anak muda yang dibanggakan keluarga, sekolah, masyarakat, lembaga keagamaan,” harap penggiat dan relawan anti narkoba yang sudah lama bergerak di bidang ini termasuk menjadi pemateri dan pelaksana kegiatan. (*)

Meimonews.com – Perhimpunan Putra Putri (PPP) Brimob menggelar Sosialisasi Keamanan, keselamatan dan tertib berlalulintas (Kamseltibpantas) di Taman Kanak-kanak (TK) Berkat Manado di ruang kelas, Jumat (6/3/2026).

Dengan menggandeng Direktorat Lalulintas Polda Sulut, para siswa TK yang beralamatkan di Jalan Mogandi Malalayang Satu tersebut diberikan edukasi oleh dua pemateri yakni Kepala Unit Sisdikmas Subdit Kamsel Ditlantas Polda Sulut Iptu Jess Muaya dan Ketua PPP Brimob Lexie Kalesaran.

Sejumlah terkait tema kegiatan dipaparkan Muaya dan Kalesaran secara diaogis/interaktif agar para siswa TK pimpinan Anita Semen ini bisa cepat menangkap materi yang disampaikan.

Pemaparan materi dilakukan pula dengan menggunakan gambar-gambar termasuk spandul yang berisi gambar dan keterangan berkaitan dengan materi Kamseltiblantas.

Di pengujung sosialisasi, diadakan praktik menyeberang di zebra cross. Semua siswa, secara berdua-dua diberikan kesempatan untuk praktik menyeberang di zebra cross, yang dibuat menggunakan spanduk.

Mendampingi Muaya pada kegiatan ini adalah Bripda Revanka Falazand dan Bripda Yudha Putra sementara guru yang hadir adalah Rieke Lontoh, Maryke Boham dan Fritamy Tompodung. (*)

Meimonews.com – Menyongsong hari kelahiran Tuhan Yesus Kristus (akrab disebut Natal) Tahun 2025, Perhimpunan Putra Putri (PPP) Brimob melakukan kegiatan sosial berbagi kasih.

Ada beberapa keluarga baik yang telah berumur 89 tahun, sakit berat, tidak bisa lagi melihat, tinggal di tanah orang lain (ada izin), janda dan lain-lain yang memerlukan bantuan didatangi Pengurus PPP Brimob dan beberapa pengantar untuk diberikam bantuan beras dan telur.

Penyerahan bantuan dilakukan dari rumah ke rumah di Kelurahan Bailang dan Kelurahan Pandu, Manado, Kamis (18/12/2025).

Ketika memberikan bantuan di Kelurahan Bailang, Ketua PPP Brimob Lexie Kalesaran di dampingi salah satu Kepala Seksi dan 3 kepala lingkungan yang ditugaskan Lurah Bailang Aldo Sumerah sementara ketika menyerahksn bantuan di Kelurahan Pandu, di dampingi Yakobus Tobing (tokoh masyarakat setempat).

Para penerima bantuan berterima kasih atas perhatian dan kepedulian dari PPP Brimob yang mau mendatangi tempat tinggal mereka (ada yang hanya menggunakan tempat tinggal orang lain alias bukan milik mereka) dan memberikan bantuan sembako.

Pengurus PPP Brimob berterima kasih kepada Lurah Bailang dan staf/kepala lingkungan yang telah merekomendasikan nama keluarga yang perlu dibantu dan meminta agar mendampingi saat penyerahan bantuan.

Disampaikan terima kasih pula kepada Yakobus Tobing yang telah merekomendasikan nama keluarga yang perlu dibantu bahkan turut mendampingi saat penyerahan bantuan tersebut.

Program peduli sosial/berbagi kasih seperti ini sering dilakukan PPP Brimob dan sudah berlangsung sejak lama.

Bantuan diberikan dari rumah ke rumah, bahkan ada beberapa keluarga yang tempat kediamannya harus didatangi dengan berjalan kaki. (*)

Meimonews.com – Perhimpunan Putra Putri (PPP) Brimob menggelar Sosialisasi/Edukasi Keamanan, Keselamatan dan Tertib Berlalulintas (Kamseltiblantas) di SMP Katolik St. Dominiko Savio Manado di aula sekolah, Selasa (14/10/2025).

Sebanyak 50-an siswa sekolah yang beralamatkan di jalan Ch. Taulu No. 6 Kelurahan Bumi Beringin Manado ini mengikuti kegiatan sosialisasi/edukasi dengan pemateri Iptu Jes Muaya (Subdit Kamsel Ditlantas Polda Sulut) dan tim serta Lexie Kalesaran (Ketua PPP Brimob).

Tim dari Subdit Kamsel Ditlantas Polda Sulut pimpinan AKBP Linda Makal yang hadir bersama Muaya adalah AKP Sam Dotulong, AKP Rico Wongkar Aipda Evelin Jacob, Bripda Revanka Falazandi dan Bripda Yudha Arianto.

Jes Muaya (Subdit Kamsel Ditlantas Polda Sulut) saat menyampaikan materi

Sebelum dan sesudah penyampaian materi, AKP Dotulong dan AKP Wongkar menyampaikan beberapa hal termasuk menyampaikan terima kasih kepada PPP Brimob yang telah mengundang Ditlantas Polda Sulut untuk kegiatan sosialisasi/edukasi serta SMP Katolik St. Dominiko Savio yang telah menerima mereka untuk memberikan sosialisasi/edukasi.

Wongkar dan Dotulong memberikan informasi bahwa di penutup penyampaian materi, mereka menyiapkan bingkisan bagi siswa dan guru yang bisa menjawab pertanyaan. Sesi ini menarik minat banyak siswa untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Beberapa guru pun mendapat bingkisan setelah menjawab pertanyaan penanya.

Ketua PPP Brimob Lexie Kalesaran saat memberikan materi

Penyampaian materi dilakukan secara dialogis/interaktif dan contoh-contoh lampu dan rambu lalulintas agar peserta kegiatan bisa menangkap cepat materi yang disampaikan pemateri.

Dalam pemaparan materi, Muaya menjelaskan tentang mengapa tiblantas itu penting (untuk mencegah kecelakaan, menjaga kelancaran lalulintas, melindungi diri dan orang lain, serta menjaga ketertiban umum); Faktor utama penyebab kecelakaan yakni manusia, kendaraan, jalan dan alam/cuaca.

Penyerahan bingkisan kepada salah satu siswa yang menjawab dengan benar pertanyaan penanya

Selain itu, Kepatuhan berlalulintas, sebab hal ini merupakan suatu tindkaan pengguna jalan dalam bentuk ketaatan terhadap aturan yang bertujuan untuk membimbing pengguna jalan agar terhindar dari konflik antar pengguna jalan, mencegah terjadinya pelanggaran lalulintas dan mengurangi angka kecelakaan lalulintas.

Dijelaskan pula faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan berlalulintas (ada 6 faktor); Penyebab ketidaktahuan berlalulintas; Penyebab umum kecelakaan lalulintas; Perilaku buruk pengguna jalan; Bagaimana cara meningkatkan keselamatan berlalulintas (patuhi peraturan lalulintas, berkendara dengan hati-hati, jaga jarak aman, prioritas penjalan kaki, gunakan perlengkapan keselamatan yakni gunakan helm, sabuk pengaman dan perlengkapwn keselatamayn lainnya sesuai dengan peraturan, lengkapi surat-surat kendaraan, dan lakukan pengeceksn kendaraan secara berkala.

Kepala SMP Katolik St. Dominiko Savio Manado Betsi Lengkong saat memberikan sambutan

Dipaparkan pula Pelanggaran umum yang sering dilakukan masyarakat yakni Membawa kendaraan tanpa dilengkapi TNKB, Berkendara tanpa memiliki SIM, Berkendara di bawah pengaruh alkohol/zat adiktif lainnya serta menggunakan handhone, Melanggar rambu lalulintas, Melanggar aturan gerakan lalulintas/isyarat yang diberikan oleh polisi lalulintas.

Selain itu, Melanggar batas kecepatan/kebut-kebutan, Berkendara dengan tidak membawa SIM dan STNK, Tidak menggunakan sabuk keselamatan, serta Tidak menggunakan helm.

Kalesaran dalam pemaparan materinya menjelaskan pentingnya para siswa mengetahui tentang kamseltiblantas serta membagikan informasi/pengetahuan yang didapat saat sosialisasi/edukasi baik bagi teman, keluarga maupun masyarakat.

Foto bersama di akhir Sosialisasi/Edukasi Kamseltiblantas

Informasi/pengetahuan tentang Kamseltiblantas, menurut Kalesaran, sangat bermanfaat baik saat ini maupun masa depan. Membiasakan disiplin/tertib berlalulintas berguna untuk diri sendiri dan orang lain.

Lengkong berterima kasih dan mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi/edukasi yang dilaksanakan PPP Brimob dan menghadirkan Ditlantas Polda Sulut.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para siswa baik saat ini maupun masa depan mereka. Terima kasih kepada PPP Brimob dan Tim Ditlantas Polda Sulut,” ujar Lengkong. (*)

Meimonews.com – Perhimpunann Putra Putri (PPP) Brimob menggelar sosialisasi Keamanan, Keselamatan dan Tertib Berlalulintas (Kamseltiblantas) di Taman Kanak-kanak (TK) Negeri 20 Paniki Manado, Jumat (22/8/2025).

Sebanyak 40-an murid di lembaga pendidikan yang berlokasi di Jalan Salak Asri ini mendapat materi yang dibawakan Ketua PPP Brimob Lexie Kalesaran.

Penyampaian materi dilakukan secara dialogis/interaktif agar para murid bisa lebih mudah dan cepat menangkap materi yang diberikan.

Alat peraga seperti traffic light dan gambar-gambar rambu-rambu lalulintas diperlihatkan dan dijelaskan maknanya.

Begitupun, cara bagaimana berjalan di jalan raya/umum dan cara menyebrang di jalur zebra cross diesukasi, dipandu dan dipraktekkan.

Dijelaskan pula bagaimana saat berada di atas kendaraan bernotor baik roda dua maupun roda empat untuk menghindari hak-hal yang tak diinginkan atau untuk keselamatan ketika dalam perjalanan.

Para murid terlihat senang/bergembira dan langsung neresons dengan gaya mereka ketika diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang diajukan baik dari tempat duduk maupun saat diundang ke depan.

Ketika praktek/peragaan berjalan di zebra cross terlihat sejumlah murid ingin mengulanginta lagi walau sudah diberi kesempatan sebelumnya.

Kepala TK Negeri 20 Paniki Manado Irja Mandang di dampingi Junita Kalembang dan Deasye Pangalila (guru) berterima kasih atas sosialisasi yang dilakukan PPP Brimob karena sangat berguna bagi para murid baik untuk saat ini maupun waktu mendatang,

“Terima kasih untuk pengurus PPP Brimob yang telah datang dan memberikan materi tentang Kamseltiblantas di TK kami,” ujarnya.(*)

Meimonews.com – Sejumlah warga di Kota Manado, khususnya di Kelurahan Bumi Nyiur, Tingkulu, Taas dan Perkamil yang terkena dampak banjir dan longsor mendapat bantuan sembako.

Bantuan tersebut diserahkan Ketua Perhimpunan Putra Putri (PPP) Brimob lewat program berbagi kasih di momen masa PrapaskahPrapaskah, Sabtu (29/3/2025).

Bantuan berupa beras, telur dan minyak goreng diserahkan ke sejumlah warga tersebut dari rumah ke rumah.

Sejumlah warga tersebut berterima Pengurus PPP Brimob yang telah memberikan kepeduliannya dengan berbagi kasih berupa sembako.

“Terima kasih atas bantuan yang diberikan. Terima kasih atas kepedulian terhadap kami yang mengalami banjir,” ujar salah satu keluarga yang mendapat bantuan. Keluarga yang lainnya juga mengatakan serupa. (*)

Meimonews.com – Momen menjelang Natal Yesus Kristus Tahun 2024 dan Tahun Baru 2025, Perhimpunan Putra Putri (PPP) Brimob melaksanakan kegiatan sosial berupa Berbagi Kasih, Senin (23/12/2024).

Kegiatan sosial seperti ini sering diadakan dengan sasaran berbeda, sesuai kondisi/keadaan yang diperlukan.

Kali ini, sasarannya adalah janda purnawirawan Brimob (Brigade Mobil) yang mengalami musibah yakni rumah terbakar dan korban tabrakan.

Perwakilan pengurus yakni Linda Rugian dan Lexie Kalesaran (Ketua) mendatangi lokasi (rumah keluarga janda tersebut) baik yang berada di Manado maupun di Minahasa Utara.

Janda-janda tersebut diberikan bantuan dari Penguris berupa beberapa jenis sembako dan ada yang mendapat tambahan berupa dana tunai sumbangan dari salah satu anggota (Nani Limporo).

Keluarga yang dikunjungi mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian dan kepedulian Pengurus dan Anggota PPP Brimob terrsebut. (Fer)

Meimonews.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 Perhimpunan Putra Putri (PPP) Brimob melakukan kegiatan sosial berupa berbagi kasih.

Kalau tahun-tahun sebelumnya berbagi kasih dengan sasaran purnawirawan Brimob atau janda purnawirawan Brimob, kali ini sasarannya adalah Brimob yang mendapat masalah kesehatan.

Beberapa anggota Brimob yang mengalami masalah kesehatan fisik didatangi dari rumah oleh Pengurus PPP Brimob untuk menyerahkan bantuan berupa beras, telur dan gula.

Kegiatan penyerahan bantuan kepada beberapa nama yang merupakan rekomendasi dari Staf Brimob Aidin dan Ramli Ramba itu dilakukan Sabtu (4/11/2023).

Selain memberikan bantuan berupa beberapa bahan sembako, Ketua PPP Brimob Lexie Kalesaran memberikan dorongan semangat kepada beberapa anggota Brimob tersebut dalam menghadapi permasalahan kesehatannya, dan berharap bisa pulih/sehat kembali.

Para anggota Brimob dan keluarga yang dikunjungi sangat merasa senang karena adanya perhatian/kepedulian dari Pengurus PPP Brimob danĀ  berterima kasih atas kunjungan tersebut.

PPP Brimob didirikan di Manado pada 2 November 2012 yang awalnya bernama Perhimpunan Putra Putri Purnawirawan (PPPP) Brimob yang kemudian berubah menjadi PPP Brimob.

Berdirinya organisasi ini mendapat dukungan penuh dari beberapa pejabat waktu itu yakni Dirbinmas Polda Sulut Totok Kasmiarto, Dansat Brimob G. Masnembra dan Kapolda Dicky Atotoy. (*)

Meimonews.com – Sebanyak 400-an pramuka penggalang dan pembimbing gugus depan (Gudep) SD dan SMP se-Minahasa Utara serta perutusan dari Kwarcab Talaud mendapat penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba yang diadakan di pendopo Kantor Bupati Minahasa Utara,Ā  Rabu (11/10/2023).

Penyuluhan ini termasuk dalam rangkaian kegiatan Orientasi pembimbing gugus depan se-Kwarcab Minut dan Penyuluhan bahaya narkoba serta Lomba pramuka penggalang SD dan SMP Minahasa Utara yang diselenggarakan Dispora Minut, Rabu -Jumat (11-13/10/2023).

Kegiatan kepramukaan Dispora Minut ini dibuka pelaksanaannya oleh Bupati Minut/Ketua Majelis Pembimbing Kwarcab Minut Joune Ganda di dampingi Ketua Kwarcab Minahasa Utara Denny Lolong, Kadispora Audy Farly Sambul, Sekdispora Johan Wewengkang dan Ketua Panitia Pelaksana/Sekretaris Kwarcab Minut Jane E. Sangian.

Turut hadir Asisten 1 Umbase Mayuntu, Kadis Pendidikan Aldrin Posumah, Staf Ahli Bupati Jofieta Supit, Staf Khusus Bupati Bidang Pemuda dan Olahraga Leopold Toar Bokong dan Staf Khusus Bupati Bidang Pengembangan Komunikasi dan Informasi Publik Fernando

Pembawa materi penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba adalah Ketua Perhimpunan Putra Putri Brimob Lexie Kalesaran. Penyampaian materi dilakukan dengan cara dialogis/interaktif.

Di awal pemaparannya, Kalesaran menjelaskan apa itu narkoba, jenis-jenis dan dampak dari penyalahgunaannya, penggolongan/pengelompokan narkotika, sanksi pidana penyalahgunaan narkoba, tanda-tanda/perilaku pecandu narkoba.

Dijelaskan pula penyebab penyalahgunaan narkoba baik karena faktor internal maupun eksternal, ciri-ciri penyalahguna baik fisik, psikis maupun sosial.

Selain itu, kondisi terkini penyalahgunaan narkoba termasuk jumlah pengguna, jenis-jenis baru narkoba termasuk jumlah yang sudah masuk di Indonesia.

Disampaikan pula aspek-aspek resiko yang merugikan pribadi/individu, merugikan negara, merugikan masyarakat, dan merugikan negara.

Beberapa kepribadian remaja yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba, halmana menjadi pasar potensial bagi pengedar/bandar/pemilik pabrik narkoba diulas agar peserta memahami.

Khusus bagi penggalang yang adalah generasi penerus bangsa, Kalesaran yang adalah juga Ketua Komunitas Tolak Narkoba mengingatkan untuk tidak coba-coba pakai.

“Seharusnya, para pelajar yang adalah generasi penerus bangsa belajar. Belajar menahan diri, belajar tentang arti kehidupan, dan belajar untuk masa depan,” ujarnya.

Penggiat dan relawan anti narkoba ini menyarankan untuk meraih cita-cita dengan berprestasi baik di bidang pendidikan, pramuka, olahraga, kesenian, aktif dalam kegiatan keagamaan dan lain-lain.

“Jadilah generasi muda yang dibanggakan keluarga, sekolah dan masyarakat dan lembaga keagamaan,” imbaunya.

Untuk pembimbing/pembina pramuka, diharapkan menjadi contoh/teladan dengan tidak menggunakan narkoba, berperan dalam upaya P4GN (pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba), serta bersinergi dengan instansi/lembaga terkait.

“Peran dalam upaya P4GN diatur dalam UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” sebutnya. (elka)

Meimonews.com – Perhimpunan Putra Putri (PPP) Brimob menggelar Sosialisasi Keamanan, Keselamatan dan Tertib Berlalulintas (Kamseltiblantas) diĀ  Manado Happy Land School Manado, Rabu (3/5/2023).

Sebanyak 20-an murid sekolah pimpinan Sonya Rumondor menjadi peserta sosialisasi yang menampilkan narasumber Brigadir Adrian Sariowan dari Ditlantas Polda Sulut dan Lexie Kalesaran (Ketua PPP Brimob).

Sejumlah hal terkait dengan Kamseltiblantas dipaparkan kedua narasumber kepada murid-murid sekolah tersebut dengan cara dialogis/interaktif serta menyesuaikan gaya dan kondisi peserta, yang merupakan anak-anak berusia sekitar 3-6 tahun.

Sejumlah rambu-rambu lalulintas sesuai UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan yakni Rambu Perintah, Rambu Peringatan, Rambu Larangan dan Rambu Petunjuk berbentuk gambar dan alat peraga diperlihatkan kepada para murid agar mereka mudah mengetahui/memahami.

Lagu-lagu bernarasikan pengenalan tentang rambu-rambu lalulintas diputar, diajarkan dan dinyanyikan bersama-sama disertai pendampingan guru-guru.

Di penghujung sosialisasi, diadakan praktik/simulasi menyeberang lewat zebra cross. Semua murid melakukannya, bahkan ada yang sampai.mengulang beberapa kali karena senangnya.

Suasana riang-gembira khas anak-anak balita terlihat saat sosialisasi. Banyak murid antusias untuk menjawab pertanyaan dan ingin bertanya ketika diberikan kesempatan.

Sonya Rumondor berterima kasih atas pelaksanaan sosialisasi ini yang akan bermanfaat bagi murid-muridnya baik saat ini maupun ke depannya.

“Terima kepada kepada Pengurus PPP Brimob yang telah berkenan memberikan sosialisasi ini dengan menghadirkan juga narasumber dari Polda Sulut,” ujar mantan Kepala TK Berkat Manado, yang di TK tersebut pernah mengadakan sosialisasi seperti ini dan juga sosialisasi bahaya narkoba. (**)