Meimonews.com – Bencana banjir dan longsor yang terjadi akibat cuaca ekstrim di daerah ini beberapa hari lalu tidak saja berdampak pada warga masyarakat biasa tapi juga personil Polri dan PNS di lingkungan Polri.

Untuk itu, sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap sesama keluarga besar Polri, Polresta Manado mengadakan Bakti Sosial, Minggu (29/1/2023).

Sejumlah personil Polri/PNS korban bencana yang ada di wilayah Polresta Manado diberikan bantuan berupa paket sembako dan berbagai kebutuhan pokok lainnya.

Penyerahan bantuan dilakukan melalui perwakilan Polsek jajaran (Polsek-polsek yang ada di wilayah hukum Polresta Manado) untuk diteruskan kepada para korban di wilayahnya masing-masing.

Kapolresta Manado Kombes Pol Julianto Parlindungan Sirait, SH, SIK menjelaskan,  bantuan tersebut diserahkan kepada masing-masing Polsek jajaran Polresta Manado agar pembagian lebih cepat dan tepat  sasaran.

“Seperti diketahui bersama, bencana alam banjir dan tanah longsor ini terjadi hampir di seluruh wilayah di Kota Manado. Untuk memperlancar proses pendistribusian, kita libatkan Polsek jajaran Polresta Manado.” ujarnya, Minggu (29/1/2023).

Ditambahkan, bantuan ini secara langsung diberikan kepada personil Polri/PNS yang terdampak banjir dan tanah longsor.

“Kami secara langsung menyerahkan paket sembako kepada Personil Polri/PNS yang terdampak bencana alam banjir dan tanah longsor. Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa sedikit meringankan beban ekonomi,” ujar Kombes Pol. Sirait. (AF)

Meimonews.com – Sekitar 250 siswa kelas tiga SMA Negeri 3 Tondano mendapat Informasi dan Edukasi Bahaya Narkoba yang diselenggarakan PPP (Perhimpunan Putra Putri) Brimob bekerjasama dengan pimpinan sekolah tersebut, Jumat (9/9/2022).

Narasumber kegiatan yang diadakan di aula sekolah tersebut adalah Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional) Sulut Brigjen Pol. Drs. Victor Jefry Lasut, MM dan Ketua PPP Brimob Lexie Kalesaran.

Dalam pemaparan materinya, Brigjen Pol. Lasut menjelaskan tentang apa itu narkoba, jenis-jenis narkoba, bahayanya serta bagaimana peredarannya dan upaya yang telah dilakukan BNN dalam kaitannya dengan pencegahan dan pemberantasan serta upaya rehabilitasi bagi mereka yang telah dipapar narkoba.

Terkait dengan pengedaran narkoba, mantan Direskrimum Polda Sulut ini menegaskan, peredaran gelap narkoba di Indonesia khususnya di Sulut, ada yang melalui udara, laut maupun darat. “Dan, banyak modus pengedarannya,” ujar Brigjen Lasut

Sasaran pengedaran narkoba, sebutnya, bukan hanya orang dewasa tapi juga ada anak-anak. Belum lama ini, ungkapnya, ada anak SD berusia 10 tahun telah diketahui menggunakan barang berbahaya ini.

Oleh karena itu, Brigjen Lasut senang dan mengapresiasi di sekolah ini ada kegiatan informasi dan edukasi tentang bahaya narkoba. “Saya berharap, sekolah ini akan ada pencanangan sebagai sekolah bersinar (bersih dari narkoba),” pintanya.

Dalam penyampaian materinya, Kalesaran berharap para siswa di sekolah ini tidak coba-coba pakai, apalagi pakai teratur. Sebab, hal itu akan merusak masa depan para siswa sendiri.

“Bila para siswa sudah menggunakan narkoba, maka masa depan adik-adik akan terganggu, akan rusak. Kasihan, orangtua kirim adik-adik ke sekolah untuk mendapat bekal masa depan, menjadi orang yang berguna di masa mendatang, namun bisa terganggu bila adik-adik  menyalahgunakan narkoba itu,” ujarnya.

Oleh karena itu, disarankan untuk fokus belajar dan menimba ilmu sebanyak-banyak di sekolah, aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler serta memperkuat keimanan dan rajin beribadah, masuk gereja/tempat ibadah.

Sebelum penyampaian materi, Kepala SMA Negeri 3 Tondano Deny Pakasi di dampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Willem Yanrewav dan guru Joubert Supit memberi kata pengantar kegiatan.

Pakasi menegaskan, pihaknya merespon kerjasama dengan PPP Brimob untuk mengadakan kegiatan sosialisasi itu karena adanya keinginan untuk membuat sekolah ini terhindar dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

“Makanya, ketika Rabu (7/9/2022) dihubungi pak Lexie Kalesaran, Pengurus PPP Brimob dan penggiat anti narkoba untuk rencana mengadakan sosialisasi di sekolah ini, saya langsung meresponsnya,,” ujar Pakasi.

Mengapa langsung diresponsnya ? “Supaya sekolah ini bersih dari narkoba. Siswa-siswa di sekolah ini tidak ada yang memakai narkoba, apalagi menjadi pengedar,’ tambah pimpinan sekolah yang kreatif dan enerjik ini.(af)

Meimonews.com – Penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tuminting mendapat sosialisasi Jiwa, Semangat dan Nilai 45 serta wawasan kebangsaan dari Pimpinan DHD 45.

Kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan di Lapas Tuminting, Senin (7/3/2022). Pimpinan inti DHD 45 yang menjadi pembicara adalah dr. Fransiscus Andi Silangen, Sp.B, KBD (Ketua Umum) dan Dr. Johanes Victor Mailangkay, SH, MH.

Andi, sapaan akrab Ketua Umum DHD.45 Sulut yang adalah juga Ketua DPRD Sulut membawakan materi dengan judul Wawasan Kebangsaan dalam Perspektif Spiritual sementara Victor, sapaan akrab Ketua I DHD 45 Sulut yang adalah juga Wakil Ketua DPRD Sulut membawakan materi Peran DHD 45 dalam Pembudayaan Jiwa, Semangat dan Nilai 45 serta Wawasan Kebangsaan.

Victor menegaskan, sosialisasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan rasa cinta tanah air dalam kehidupan berbangsa. “Kita harus benar-benar menjadi penerus-penerus bangsa di masa depan tanpa mengurangi nilai perjuangan 45,” ujarnya

Victor mengingatkan untuk siap sedia dalam menghadapi kondisi saat ini. Kita sekalian harus melawan hal-hal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. “Sekali merdeka tetap merdeka ! tandas Ketua DPD GM FKPPI Sulut ini.

Andi dalam pemaparan materinya menjelaskan, mendalami wawasan kebangsaan ini, sebagai orang percaya kita harus sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan.

Selain itu, “juga selarasnya dalam mensukseskan hal tersebut harus diiringi dengan kepercayaan kita sebagai umat beragama,” ujar Andi.

Kepala Lapas Manado memberi apresiasi terhadap DHD 45 Sulut yang sudah memberikan materi / pengetahuan bagi seluruh staf Lapas dan warga binaan.

“Ini menjadi makanan untuk kita serap dan tak lupa mengimplementasikan di dalam kehidupan kami,” ujar Kepala Lapas Tuminting Amry Langkamane.

Lewat kegiatan sosialisasi ini, ungkapnya, bisa membuka wawasan masyarakat termasuk warga di Lapas Manado untuk lebih memperkental nilai-nilai kebangsaan dalam berkehidupan sehari-hari.

Selain kegiatan sosialisasi, DHD 45 Sulut menyerahkan masker dan hand sanitizer bagi seluruh peserta Lapas Tuminting.

Turut hadir seluruh pengurus DHD 45 dan Kadis Koperasi dan UKM Sulut. (lk)

Meimonews.com – Puluhan generasi muda paskibra (pasukan pengibar bendera) dan purna paskibra Minahasa Utara jadi peserta Sosialisasi Bahaya Narkoba yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Minut, Kamis (2/12!/2021).

Kegiatan yang diadakan di Aula Bapelitbang Minut tersebut dibuka pelaksanaannya oleh Kadispora Minut Drs. Sinpersli Maximilian Tapada, M.Sc di dampingi Kabid Pemberdayaan Pemuda Alfons Jorry Tintingon, AP, MSi dan Kasie. Peningkatan Wawasan dan Kapasitas Pemuda. Fanda Walangita, SS.

Ketua KTN dan Ketua PPP Brimob Lexie Kalesaran, Koordinator P2M Badan Narkotika Nasional Sulut Sam Repy dan Kasat Reserse Narkoba Minut Iptu. Manuel Joli Bansaga, SH menjadi narasumber kegiatan.

Kalesaran yang adalah penggiat Anti Narkoba membawa meteri “Bahaya Narkoba (Aspek Resiko dan Protektif Generasi Muda terhadap Narkoba,” Repy membawakan materi “War on Drugs Menuju Indonesia Bersinar.”

Dalam sambutannya pada acara pembukaan Tapada berharap setelah sosialisasi, peserta menjadi duta-duta anti narkoba.

Dispora Minut, ungkap Tapada telah melakukan beberapa kali kegiatan sosialisasi bahaya narkoba untuk generqsi muda agar mereka tidak pakai atau coba-coba pakai narkoba.

“Kami juga pernah mengadakan pemilihan Duta Anti Narkoba pada tahun 2019,” ujar Kadispora tentang upaya yang Dispora lakukan terkait dengan pencegahan bahaya narkoba.

Sekdispora Minut Johan Wewengkang menjelaskan kepada Meimonews.com, kegiatan sosialisasi bahaya narkoba yang diadakan  Dispora Minut antara lain di SMK Airmadidi dan di Desa Tumalumtung. (af)

Meimonews.com – Kabar baik datang dari dunia penerbangan di saat pandemi Covid-19, bahwa masyarakat Sulawesi Utara memperoleh vaksinasi gratis apabila terdesak untuk melakukan perjalanan penting dan belum divaksin.

Program vaksinasi gratis di Bandara Internasional Sam Ratulangi dinisiasi oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Manado (KKP) dan difasilitasi oleh Angkasa Pura Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi serta dijamin pengamanannya oleh ‘Tentara Langit’ Lanud Sam Ratulangi.

Vaksinasi gratis ini digelar di Lantai I Lobby Keberangkatan Gedung Bandara Internasional Sam Ratulangi Mapanget, Manado, Selasa (6/7/2021).

Menurut dr. Priska Y.M.C Tolala, M.Kes selaku penanggungjawab kegiatan vaksinasi bahwa vaksin ini hanya bagi pelaku perjalanan yang mendesak untuk terbang dan belum mendapatkan vaksin tahap pertama.

“Saat ini, tersedia layanan vaksinasi di lantai satu lobby keberangkatan Bandara Sam Ratulangi Manado. Vaksinasi ini hanya bisa dilakukan oleh calon penumpang untuk vaksinasi tahap pertama dan bukan peserta vaksinasi gotong royong,” jelas Priska seperti dikutip Penerangan Lanidsri Manado, Selasa (6/7/2021).

Ditambahkan, program vaksinasi ini khusus untuk calon penumpang pesawat udara yang akan berangkat dari Bandara Sam Ratulangi Manado dengan menunjukkan KTP asli dan tiket atau e-ticket penerbangansesuai dengan jadwal penerbangan.

“Vaksinasi ini direkomendasikan dilakukan di bandara satu hari sebelum jadwal keberangkatan atau maksimal empat jam sebelum keberangkatan. Jangan lupa tunjukkan hasil negatif Test Swab PCR/Antigen yang masih berlaku untuk menjadi persyaratan perjalanan ” ujar Priska.

Hal senada dikatakan Marsma TNI Mohamad Satriyo Utomo, S.H., bahwa perkembangan kasus Covid-19 dalam dua minggu terakhir di Provinsi Sulawesi Utara, telah menggerakkan berbagai pihak secara kolaborasi meningkatkan kewaspadaan serta melakukan tindakan pencegahan penularan.

Danlanudsri Manado ini menegaskan kembali pentingnya penerapan protokol kesehatan saat Serbuan Vaksinasi lagi digalakkan Pemerintah RI.

Program Vaksinasi Covid-19 ini bagi usia di atas 12 tahun, bagi ibu hamil usia kehamilan lebih dari 14 minggu. Tidak memiliki riwayat penyakit yang menjadi kontra indikasi untuk vaksin. Vaksin yang diberikan untuk dosis pertama. Program ini dikhususkan bagi warga negara Indonesia.

Masyarakat wajib mengikuti proses vaksinasi sesuai prosedur dan melaksanakan protokol kesehatan. Rencananya program vaksin gratis ini digelar dari 6 Juli 2021 sampai dengan waktu yang belum ditentukan. (lk)