Meimo News

Meimonews.com – Kongregasi Suster-suster Jesus Maria Joseph (SJMJ) menggelar Kapitel Kedua di Panti Samadi Tomohon, 11-27/4/2024.

Sebanyak 31 suster yang terdiri dari delegasi ex-officio dan peserta yang dipilih dalam Kapitel Provinsi-provinsi (Jakarta, Makassar dan Manado) mengikuti kapitel yang mengusung tema Walking Together as Prophets of Hope at the Dawn.

Dalam kapitel ini, para peserta dibimbing oleh Sr. Brigid Lawlor, RGS dari Amerika. Sr. Brigid adalah Penasehat Paus untuk Religius.

Ada juga fasilitator Mrs. Maureen Jenkins dari Amerika. Beliau adalah seorang fasilitator internasional bidang Imaginal Training dan pernah memberi training di Telkomsel.

Kapitel dipimpin Dewan Pimpinan Umum yakni Sr. Theresia Supriyati (Pemimpin Kongregasi), Sr. Francinetti Manua, Sr. Jeannette Runtu dan Sr. Monika Kalangi (Anggota Dewan).

Pelaksanaan Kapitel diawali misa yang dipersembahkan Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC yang diadakan di Gereja Hati Kudus Tomohon. (lk)

Meimonews.com – Setelah libur panjang Bulan Ramadhan, Idul Fitri dan Cuti Bersama, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulut kembali beraktivitas seperti biasa.

Aktivitas itu diawali dengan Apel Kerja yang dipimpin Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg di halaman kantor yang terletak di Jalan 17 Agustus Manado, Selasa (16/4/2024).

Dalam arahannya, Tandaju mengingatkan tentang Surat Edaran Sekretaris Utama BKKBN RI terkait aturan Penetapan Jam Kerja WFH/WFO, yang diharapkan untuk pegawai Perwakilan BKKBN Sulut yang diutamakan pegawai beragama muslim.

Selain itu, kegiatan Tim Kerja Pengendalian Penduduk dirangkaikan dengan penyerahan Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS), terkait dana salur tahun I 2024 dan bagaimana penggunaan Anggaran Triwulan 2024.

Pada Rabu (17/4/2024), sebutnya, Satgas akan presentasi terkait stunting data E-PPGBM dan SKI. (Fer)

Meimonews.com – Berbagai prestasi terus diukir siswa SMA Negeri 7 Manado pimpinan Dr. Hanny William Rawung, S.Fil, M.Hum di tahun 2024.

Terbaru, dalam Festival Pramuka (Fespra) yang digelar SMA Frater Don Bosco Manado, siswa lembaga pendidikan atas yang berlokasi Kelurahan Tingkulu Manado ini menjadi juara umum.

Juara umum dalam lomba yang diadakan, Sabtu (13/4/2024) karena siswa sekolah ini meraih tiga juara pertama lomba dan dua juara lomba.

Tiga juara pertama adalah Lomba Cerdas Cermat, Lomba Estafet Berita, dan Lomba Yel-yel sedang dua juara tiga adalah Lomba Estafet Berita dan Lomba Cerdas Cermat.

Peraih juara pertama Lomba Cerdas Cermat adalah Francisco Ezra, Christania Tiara Pratasik dan Syalom Angginaloy. Peraih juara pertama Lomba Estafet Berita adalah Juliandro Kalalo, Lukas Sadewa Mulyono dan Francisco Ezra. Peraih juara pertama Lomba Yel-yel ada 10 Anggota Ambalan.

Untuk dua juara ketiga adalah Lomba Estafet Berita terdiri dari Injilli Ndruru, Yolanda Diamanti dan Syalom Angginaloy dan juara Lomba Cerdas Cermat adalah Arshavin Lintang, Lukas Sadewa Mulyono, dan Claudia Mendalora.

Kepala SMA Negeri 7 Manado Dr. Hanny Wiliam Rawung, S.Fil, M.Hum

Siswa sekolah yang akrab disebut Smantu Manado ini bisa meraih prestasi yang membanggakan ini karena ada persiapan yang mantap yang dibina oleh Ketua Gugus Depan (Gudep) O4.015 04016 Purnawan Suwono, S.Pd, Pembina Putra Marives Agumais, S.Pd dan Pembina Putri Elsye Meiske Massie, S.Pd.

Di sekolah ini, setiap minggu sekali yakni hari Jumat, para siswa mengikuti kegiatan kepramukaan. Dan, saat menghadapi Festival Pramuka yang diselenggarakan SMA Frater Don Bosco Manado, mereka berlatih rutin setiap hari.

“Terima kasih kepada Ketua Gudep dan para pembina baik putra maupun putri serta para siswa yang telah mengharumkan nama sekolah di ajang tersebut,” ujar Kepala SMA Negeri 7 Manado Dr. Hanny William Rawung, S.Fil, M.Hum kepada Meimonews.com di Manado, Selasa (16/4/2024).(Fer)

Meimonews.com – Bacaan Injil hari Minggu (14/4/2024) menghantar kita kembali ke peristiwa malam sesudah Paskah. Para rasul berkumpul di Ruang Atas (Cenaculum, ruang makan), ketika kedua murid kembali dari Emaus dan menceritakan pertemuan mereka dengan Yesus.

Dan ketika mereka sedang mengungkapkan sukacita mereka atas pengalaman itu, Dia yang Bangkit menampakkan diri kepada seluruh komunitas. Yesus datang tepat ketika mereka sedang berbagi kisah perjumpaan mereka dengan-Nya.

“Peristiwa ini membuat saya berefleksi bahwa berbagi itu baik, berbagi iman itu penting. Kisah ini membuat kita berpikir tentang pentingnya berbagi iman akan Yesus yang telah bangkit,” ujar Paus Fransiskus dalam salah satu pokok permenungannya, sebagaimana dibagikannya sebelum Doa Regina Caeli, Minggu (14/4/2024).

Diungkapkan, setiap hari kita dibombardir oleh ribuan pesan. Banyak pesan yang dangkal dan tidak berguna, yang lain mengungkapkan rasa ingin tahu yang tidak bijaksana atau yang lebih buruk lagi, muncul dari gosip dan kedengkian. Pesan-pesan seperti itu adalah berita yang tidak ada gunanya, bahkan menyakitkan.

Namun, ada juga berita yang baik, positif dan membangun, dan kita semua tahu betapa senangnya mendengar hal-hal yang seperti itu, dan betapa kita merasa lebih baik lagi ketika hal itu terjadi. Dan juga adalah baik untuk berbagi kenyataan yang, baik atau buruk, telah menyentuh hidup kita, sehingga kita dapat membantu orang lain.

“Namun, ada satu hal yang sering kali sulit kita bicarakan. Kita bergumul untuk membicarakan tentang apa ? Tentang hal terindah yang harus kita bicarakan yakni perjumpaan kita dengan Yesus. Masing-masing dari kita, sanbungnya, telah berjumpa dengan Tuhan dan kita bergumul untuk membicarakannya,” sebutnya.

Masing-masing dari kita dapat berbicara banyak tentang hal ini yakni untuk melihat bagaimana Tuhan telah menyentuh kita, dan ini untuk dibagikan, bukan untuk menguliahi orang lain, tetapi dengan membagikan momen-momen unik di mana kita merasakan Tuhan hidup, dekat, menyalakan sukacita di dalam hati kita atau menghapus air mata, menularkan kepercayaan diri dan penghiburan, kekuatan dan semangat, atau pengampunan dan kelembutan.

Perjumpaan-perjumpaan seperti ini, yang masing-masing kita telah alami dengan Yesus, menurut Paus Fransiskus, harus dibagikan dan diteruskan. Hal ini penting untuk dilakukan di dalam keluarga, di dalam komunitas, dengan teman-teman.

Sama halnya dengan menceritakan inspirasi-inspirasi baik yang telah mengarahkan hidup kita, pikiran dan perasaan baik yang sangat membantu kita untuk maju, bahkan upaya dan usaha yang kita lakukan untuk memahami dan maju dalam kehidupan iman, bahkan mungkin untuk bertobat dan berbalik dari jalan-jalan kita.

“Jika kita melakukan hal ini, Yesus, seperti yang dilakukan-Nya kepada murid-murid di Emaus pada malam sesudah Paskah, akan mengejutkan kita dan membuat perjumpaan dan lingkungan kita menjadi lebih indah,” tandasnya.

Jadi, marilah kita coba ingat kembali, saat-saat yang sangat berpengaruh dalam hidup kita, sebuah perjumpaan dengan Yesus yang menentukan jalan dan arah hidup kita. Setiap orang pernah mengalaminya, setiap orang pernah mengalami perjumpaan dengan Tuhan.

“Marilah kita hening sejenak dan ingat kapan saya menemukan Tuhan ? Kapan Tuhan menjadi dan terasa begitu dekat dengan saya ? Marilah kita bermenung dalam keheningan. Dan kisah perjumpaan dengan Tuhan ini, apakah saya bagikan untuk memuliakan Tuhan ? Dan juga, apakah saya juga mendengarkan orang lain ketika mereka bercerita tentang perjumpaannya dengan Yesus ?” ajak Paus Fransiskus.

Semoga Bunda Maria, sambungnya, membantu kita untuk membagikan iman kita untuk membuat komunitas kita semakin menjadi tempat perjumpaan dengan Tuhan. (*/lk)

Meimonews.com – Mgr. Petrus Turang Pr mengingatkan kepada imam-imam/pastor-pastor baru agar tidak mengejar karier karena dalam tugasnya sebagai imam/pastor tidak dibenarkan hal itu.

Peringatan Uskup Agung Kupang tersebut disampaikan saat memberikan homili pada Perayaan Ekaristi Tahbisan Imam di  Gereja Paroki Hati Tersuci Maria Katedral Manado, Sabtu (13/4/2024).

Ditegaskan, pastor/imam bukan mengejar/mencapai karier. Kalau ada imam/pastor selalu bercita-cita jadi pastor paroki atau Superior atau jabatan lain, itu tidak benar. “Keluar saja dari imam/pastor,” tandas Uskup kelahiran Tataaran, Minahasa ini.

Menurutnya, imam/pastor adalah pembagi berkat, pembagi kasih yang berpegang teguh pada Allah.

Seorang imam/pastor mengaktualisasikan ketaatan kepada Uskup, bukan kepada diri sendiri. Imam/pastor harus menjadikan umat cinta kepada Tuhan.

“Hukum yang paling utama adalah memberi diri. Seorang imam adalah pembawa rahmat dengan tulus hati, dengan rendah hati, dengan senang hati,” ujar gembala berumur 75 tahun ini.

Mantan Ketua Komisi PSE (Pengembangan Sosial Ekonomi) Keuskupan Manado ini mengingatkan pula agar para imam/pastor tidak boleh pilih-pilih, tidak ego-drama.

Para imam/pastor, menurutnya, harus menjadi imam/pastor yang secara manusiawi menghadirkan martabat mulia dari setiap orang atau kelompok orang, supaya apa yang dinyanyikan yakni Tuhanlah gembalaku aku tak akan berkekurangan sungguh benar.

“Supaya kasih Allah itu hadir setiap hari di paroki, kelompok umat. Supaya kasih Allah itu terkenal dengan benar. Supaya umat sadar kehadiran Allah,” jelas Mgr. Turang.

Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC dalam kata penutup, sebelum mengumumkan tempat tugas para imam/pastor baru, mengatakan, untuk sampai seperti sekarang ini (menjadi imam/pastor) ada proses yang panjang.

Diungkapkan, apa yang terjadi saat ini, ada awalnya. Tuhan yang memberikan kepada keluarga, berproses dalam keluarga, juga asa keterlibatan umat di lingkungan masing-masing, di stasi dan paroki serta pendidikan di seminari  mulai dari pendidikan dasar, pendidikan calon imam, keterlibatan di umat, stasi, paroki dan mendampingi mereka.

Sebelum menjadi imam, harus mengikuti pendidikan di seminari selama 6 tahun , belum lama di tambah tahun pastoral dan diakonal. Belum lagi ada yang lewat seminari Agustinianum, atau seminari menengah dan bahkan ditambah seminari kecil.

Disebutkan, kita bersyukur karena perjalanan ini sudah berhasil dilewati mereka sehingga menjadi imam. Oleh karena itu, mari torang dukung para imam-imam ini dengan doa dan memberikan teguran bila diperlukan agar mereka tetap berjalan sebagai mereka diutus/ditugaskan Tuhan di dunia ini.

“Torang samua hadir di tempat ini sebagai saksi-saksi dari peristiwa iman ini, pesta tahbisan imam-imam baru,” ujar Mgr. Rolly.

Pastor Ekaristho Gerhani Silap Pr dalam sambutannya mewakili imam-imam/pastor yang baru ditahbiskan menegaskan, panggilan Yesus terkadang misteri, tetapi misteri itu terungkap hari ini, lewat peristiwa tahbisan. “Ketika Dia memanggil kami masuk di seminari, belajar dan berproses, dibina dan membina diri, menjalani masa-masa pastoral di tengah umat, pun di lembaga pada hari ini kami boleh menerima rahmat tahbisan imamat,” ujarnya.

Firman Tuhan yang terdapat dalam Matius 4 ayat 19 yakni Mari ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia ini, sebut Silap, menggetarkan dan menyentuh mereka, menunjukkan bagaimana Tuhan memanggil mereka berjuang, menjalani ritme dan dinamika panggilan untuk melayani dan membawa terang kepada sesama.

Prosesnya, menurutnya, tidak mudah karena ada banyak hal yang harus dikorbankan dan diperjuangkan. Perjalanan ini mengajarkan mereka untuk menghargai dan belajar dari segala proses yang ada

“Proseslah yang membentuk kami, di mana di dalamnya ada jatuh-bangun, suka-duka yang terkadang melemahkan, menggoyahkan tetapi sebaliknya membuat kami kuat dan memantapkan pilihan sehingga kami bisa seperti ini,” tandasnya.

Diketahui, (Baca : Tujuh Frater Diakon Ditahbiskan jadi Imam oleh Mgr. Turang), ada tujuh imam/pastor baru yang ditahbiskan Mgr. Turang di dampingi Uskup Manado Mgr. Rolly dan Uskup Terpilih Keuskupan Agung Kupang Mgr. Heronimus Pr serta Rektor Seminari Pineleng Pastor Amri Wuritimur Pr dan Superior SkolastikatMSC Pineleng Pastor Yulius Sodah MSC.

Ketujuh imam/baru tersebut adalah Pastor Aloisius Wazi Pr, Pastor Fransiskus Ivandi Panda Raja Pr, Pastor Edward Eduardo Salilo Pr, Pastor Brelianus Susu Ndana Pr, Pastor Ekaristho Gerhani Silap Pr. Pastor Rexi Alfrids Baptisma Kawuwung MSC dan Pastor Zakarias Mayabubun MSC.

Hadir pada acara tahbisan adalah seratusan imam/pastor se-Keuskupan Manado, para frater, suster, bruder serta tamu/undangan seperti Sekda Talaud Johanis Kamagi, para orangtua/keluarga imam baru serta umat Katolik termasuk dari paroki di mana imam/pastor baru berasal atau pernah bertugas pastoral/diakonal.

Usai perayaan ekaristi, dilanjutkan acara syukuran di Wisma Montini, yang berada di kompleks Wisma Keuskupan Manado (berseberangan jalan dengan gereja Katedral Manado). (lk)

Oleh :
Pastor Dismas Salettia Pr
Meimonews com – Minggu Paskah III dirayakan pada 14 April 2024 sering juga disebut Minggu Kasih Setia Tuhan. Dia (Tuhan) yang tak pernah meninggalkan kita dan paling tahu kebutuhan kita.

Kasih setia Tuhan adalah kekuatan dan sukacita kita menjalani kehidupan. Kasih setia Tuhan adalah pegangan kita untuk tetap berpengharapan kepada Tuhan.

Kesetiaan kasih Tuhan tidak perlu untuk diragukan lagi, tetapi yang perlu untuk dipertanyakan adalah kesetiaan kita kepada Tuhan. Karena betapa pun kotornya diri kita, betapa pun tidak layaknya kita,

Allah tetap mengasihi kita. Allah tahu kita adalah orang-orang berdosa, orang-orang bebal, kotor dan jauh dari setia, namun kasih-Nya tidak berubah. Allah tetap mengasihi saya dan kita semuanya. Karena itu hiduplah dalam kasih setia Tuhan selamanya.

“Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik ! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” 1 Taw 16 : 34.

Mari bersyukur selalu atas Kasih SetiaNya. (penulis adalah imam Diosesan Manado)

Meimonews.com -Tujuh orang frater diakon ditahbiskan menjadi imam/pastor oleh Uskup Agung Kupang Mgr. Petrus Turang Pr pada Perayaan Ekaristi (misa) yang dipimpin Mgr. Turang di dampingi Uskup Terpilih Keuskupan Agung Kupang Mgr. Hironimus Pakaenoni Pr,  Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC serta Rektor Seminari Pineleng Pastor Amri Wuritimur Pr dan Superior Skolastik MSC Pineleng Pastor Yulius Sodah MSC.

Turut mendampingi di acara misa yang dilaksanakan di Gereja Paroki Hati Tersuci Maria Katedral Manado, Sabtu (13/4/2024), seratusan imam/pastor Keuskupan Manado dan Tarekat MSC (Missionarii Sacratissimi Cordi Jesu/Misionaris Hati Kudus Yesus).

Ribuan umat Katolik termasuk dari beberapa paroki/asal para imam baru dan keluarga mereka serta tamu/undangan seperti Sekda Talaud Johanis Kamagi dan para frater, bruder, suster menyaksikan peristiwa sakral tersebut baik dari dalam gereja maupun di samping gereja.

Upacara tahbisan diawali pemilihan calon tahbisan baru dan permohonan tahbisan mewakili umat serta homili uskup pemimpin misa.

Kemudian, pengikraran janji setia calon tahbisan, litani para kudus, penumpangan tangan, doa tahbisan, pengenaan kasula, pengurapan tangan, penyerahan piala dan patena serta salam damai.

Saat Mgr. Turang memberi “salam damai,” imam/pastor baru menanggapinya dengan jawaban “dan bersama rohmu.”

Uskup pendamping dan para imam/pastor yang menghadiri misa pun ikut memberikan salam damai kepada imam/pastor baru tersebut.

Para imam/pastor baru tersebut adalah Pastor Aloisius Wazi Pr, Pastor Fransiskus Ivandi Panda Raja Pr, Pastor Edward Eduardo Salilo Pr, Pastor Brelianus Susu Ndana Pr, Pastor Ekaristho Gerhani Silap Pr. Pastor Rexi Alfrids Baptisma Kawuwung MSC dan Pastor Zakarias Mayabubun MSC.

Di penghujung misa, sebelum berkat pengutusan, Mgr. Rolly memberikan beberapa kata sambutan dan mengumumkan tempat penugasan para imam baru tersebut.

Setelah perayaan ekaristi, dilanjutkan dengan acara ramah tamah di Wisma Montini, yang berlokasi di kompleks Wisma Keuskupan (berseberangan dengan Gereja Katedral).

Usai ramah tamah, baik keluarga imam baru, kenalan maupun umat mengambil waktu untuk meminta berkat dari imam-imam baru dan foto bersama. (lk)

Meimonews.com – Besok, Sabtu (13/4/2024), Uskup Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC akan mentahbiskan 7 (tujuh) imam/pastor baru di dampingi imam/pastor se-Keuskupan Manado.

Acara pentahbisan yang dilakukan dalam perayaan ekaristi ini akan dilaksanakan di Gereja Paroki Hati Tersuci Maria Katedral Manado mulai jam 09.00 Wita.

Di penghujung misa tahbisan, akan diumumkan penempatan tugas para imam/pastor baru tersebut baik di wilayah Keuskupan Manado ataupun wilayah tertentu, yang sesuai aturan tarekat.

Dari ketujuh calon imam tersebut, 5 (lima) adalah calon imam/pastor Diosesan Manado, dan 2 (dua) merupakan anggota Tarekat MSC (Missionarii Sacratissimi Cordi Jesu/ Misionaris Hati Kudus Yesus).
Keempat calon imam/pastor Diosesan Manado itu adalah Frater Diakon Aloisius Wazi Pr, Frater Diakon Fransiskus Ivandi Panda Raja Pr, Frater Diskon Edward Eduardo Salilo Pr,  Frater Diakon Brelianus Susu Ndana Pr dan Frater Diakon Ekaristho Gerhani Silap Pr.

Untuk calon imam/pastor Tarekat MSC adalah Frater Diakon Rexi Alfrids Baptisma Kawuwung MSC dan Frater Diakon Zakarias Mayabubun MSC.

Sekretaris Keuskupan Manado Pastor John Montolalu Pr dalam surat pemberitahuan kepada Pastores, Biarawan/ti dan Umat Katolik Keuskupan Manado tentang pentahbisan tertanggal 3 April itu, turut pula memberikan catatan.

Catatan tersebut adalah apabila ada yang mengetahui adanya halangan tahbisan imamat bagi ketujuh calon tahbisan imam tersebut, kiranya sesegara mungkin memberitahukan kepada Uskup Keuskupan Manado, Rektor Seminari Pineleng atau Superior Skolastikat MSC Pineleng. (lk)

Oleh :
Pastor Dismas Valens Salettia Pr

Meimonews.com – Kita harus waspada terhadap kesedihan dan berpikir bahwa Yesus memberi kita sukacita kebangkitan.

Betapapun kehidupan mungkin penuh dengan kontradiksi, kehidupan yang dikalahkan berbagai keinginan, kehidupan yang mungkin dipenuhi mimpi yang tidak terwujud, kehidupan yang mungkin dipenuhi persahabatan yang hilang, berkat kebangkitan Yesus kita dapat percaya bahwa semua orang akan diselamatkan.

Yesus bangkit kembali bukan hanya untuk diri-Nya, tetapi juga untuk kita, untuk menebus semua kebahagiaan yang belum terpenuhi dalam hidup kita. Iman menyingkirkan rasa takut, dan kebangkitan Kristus menyingkirkan kesedihan seperti batu dari kubur.

Hari-hari yang dijalani umat Kristiani adalah latihan dalam kebangkitan.

Georges Bernanos, dalam novelnya yang terkenal Buku Harian Seorang Imam Pedesaan, meminta Pastor Paroki Torcy mengatakan hal ini: “Gereja memiliki sukacita, seluruh sukacita yang disediakan untuk dunia yang menyedihkan ini. Apa yang telah kamu lakukan terhadapnya, kamu telah berlaku menentangnya”.

Dan penulis Prancis lainnya, León Bloy, meninggalkan ungkapan indah kepada kita: “Hanya ada satu kesedihan, […] yaitu tidak menjadi kudus”.

Semoga Roh Yesus yang bangkit membantu kita mengatasi kesedihan dengan kekudusan. (Penulis adalah imam disosesan Manado)