Meimonews.com – Gerak cepat dilakukan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado ketika mencapai Informasi adanya warga yang terdampak bencana.

Saat ada warga yang terdampak bencana, TRC BPBD Kota Manado langsung turun lapangan (turlap) memberikan bantuan bencana di Kelurahan Kairagi Satu Lingkungan 1, Sabtu (27/3/2021) “ujar Kepala BPBD Kota Manado Donald Sambuaga.

Dalam percakapan dengan  Meimonews.com  di Manado, Minggu (28/3/2021), Sambuaga menjelaskan, rumah warga yang terkena danpak, airnya naik sampai ke atas rumah sehingga penghuninya harus mengungsi.

“BPBD sangat terkait kasih dengan informasi warga yang terkait warga yang terdampak bencana sehingga TRC BPBD Kota Manado bisa langsung turlap (turun lapangan),” ujar Sambuaga. (af)

Meimonews.com – Mengisi Masa Prapaskah 2021, Ikatan Siswa-siswi Katolik (ISKA) SMA Negeri 8 Manado mengadakan Rekoleksi dengan mengusung tema Memperbaiki Relasi Antara Tuhan dan Sesama.

Rekoleksi setengah hari yang diadakan di aula sekolah, Jumat (19/3/2021) tersebut menampilkan Pastor Made Pantyasa Pr, Frater Mathias dan Hendra Adam sebagai pembicara.

Rekoleksi yang adalah Program Tahunan ISKA ini diikuti oleh 32 peserta dari Kelas 10,11,12, yang dikoordinir Pengurus ISKA baru dengan Ketua Catherine Mangetan.

Kegiatan ini ditutup dengan Misa Syukur oleh Pastor Made dan dilanjutkan makan siang bersama yang disediakan para orangtua siswa.

Pastor Made dalam pemaparan materinya mengajak para siswa untuk selalu punya sikap dan tindakan yang mengutamakan kebersamaan dan kerjasama terutama dalam belajar.

Fr. Mathias (mahasiswa katekese di Smandel) saat memberikan materi menekankan soal pertobatan sejati yang pertama muncul dari hati setiap pribadi yang merindukan belaskasih dan pengampunan dari Tuhan.

Paulus Hendra Adam dalam presentasi materinya mengungkapkan, relasi yang intim harus diawali dari keluarga karena keluarga kita adalah sekolah pertama dimana kita belajar tentang semua hal yang baik.

“Dari Keluarga kita belajar berkomunikasi, berelasi, memberi, melayani,.menghargai dan menghormati satu sama lain,” ujar Adam.

Kepala Smandel Manado Mediatrix M. Ngantung sangat mendukung kegiatan Rohani ini dan berharap kegiatan ini akan selalu terus dibuat setiap tahunnya.

Ngantung menegaskan, para pembina dan guru-guru selalu mendukung dan memberi motivasi kepada ISKA. (af)

Meimonews.com – Vencentius Mamoradia kembali dipercayakan memimpin organisasi Kaum Bapak Katolik (KBK) Paroki Rike untuk jabatan tahun 2021-2025.

Pada Musyawsrah Paroki (Muspar) yang diadakan di Aula Paroki, Sabtu (20/3/2021), Vence (sapaan akrabnya) berhasil mendapat suara mayoritas saat pleno Pemilihan Pengurus di mana setiap peserta memiliki satu hak suara.

Dari 19 suara yang ada, Vence mendapat.12 suara sementara Yayan Linaldo 4 suara dan Jimmy Wawolangi 1 suara. Satu suara rusak/tidak sah (karena menulis dua nama) dan satu suara lagi abstain (kosong/tidak menulis nama).

Dengan hasil pemungutan suara (setiap peserta menulis satu nama calon di selembar kertas) tersebut, Pimpinan Sidang yang terdiri dari Josi Landasan (Ketua), Ambrosius Loho dan Frans Tana, dengan disaksikan beberapa saksi serta semua peserta termasuk perwakilan dari Badan Pengurus KBK Kevikepan Manado dan Pengurus KBK Keuskupan Manado serta Pastor Paroki YGYB Rike/Penasehat Rohani KBK Rike Pastor Melky Christoforus Pantouw Pr menetapkan Vence sebagai Ketua BP KBK Rike.

Mayoritas kembali memilih Vence karena dinilai berhasil menahkodai organisasi gerejani di Paroki Rike selang periode sebelumnya. Banyak program yang telah dibuat baik untuk orqanisasi (KBK) maupun paroki. Sinergitas dengan Pimpinan Gereja/Pastor Paroki sangat bagus.

Kepada Vence yang juga dipilih sebagai Formatur Tunggal, diberikan kesempatan selama seminggu untuk menyusun komposisi dan personalia BP KBK Rike untuk masa jabatan empat tahun ke depan.

Pastor Paroki/Penasehat Rohani KBK Paroki Rike P. Melky Christoforus Pantouw Pr mengapresiasi dan menghormati keputusan yang telah diambil dalam Muspar termasuk dipilihnya kembali Vence sebagai Kerua KBK Paroki.

Siapapun yang terpilih dalam Muspar sebagai pimpinan KBK Paroki hendaknya dihargai/dihormati karena telah melalui mekanisme yang disepakati bersama.

“Mari kita bekerjasama untuk kemajuan bersama, untuk Paroki kita,” ujar Pastor Melky saat memberikan sambutan pada acara penutupan.

Selain berhasil memilih Ketua/Formatur Tunggal, Muspar tersebut. telah menetapkan program-program untuk kepengurusan 2021 – 2025. (af)

Meimonews.com – PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) Kota Jajakan Gorontalo menggelar Dialog Moderasi Beragama untuk Menangkal Radikalisme dan Menumbuhkembangkan Toleransi Beragama, Sabtu (20/3/2021).

Kegiatan yang dilaksanakan secara zoom meeting (dipandu Kartika F. Budiman/Pengurus PMKRI Gorontalo) dengan peserta perwakilan ormas kemahasiswaan berbasis keagamaan seperti GMKI, HMI, PMII, IMM, KMHDI dan PMKRI ini dibuka pelaksanaannya oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Gorontalo Dr. H. Syafrudin Baderung.

Ketua Tim Kerja Dialog Refalsy JB Melo melaporkan, tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkembangkan rasa toleransi terhadap keberagaman beragama, mendukung program Pemerintah dalam pencegahan paham radikalisme, dan menjalin silaturahmi antarorganisasi kemahasiswaan melalui konsep pluralisme.

Koordinator PMKRI Kota Jajakan Gorontalo Stevan A. Lintang berharap, melalui kegiatan yang dilaksanakan ini akan terbangun kesadaran dan komitmen yang kuat dari para peserta (ormas berbasis keagamaan dan kebangsaan) untuk proaktif menumbuhkembangkan pemahaman dan praktek keagamaan yang moderat dan toleran dalam rangka terwujudnya integrasi bangsa di tengah kemajemukan sesuai semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Kakanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Gorontalo Dr. H. Syafrudin Baderung mengungkapkan, moderasi beragama menjadi jargon nasional dalam penguatan cinta kebangsaan terhadap NKRI, dan termasuk dalam salah satu RPJMD oleh Pemerintahan Jokowi.

“Kemenag selalu berupaya mensosialisasikan dan memberikan pemahaman kepada seluruh sendi umat beragama tentang pentingnya moderasi beragama,” ujar Baderung ketika memberikan aplikasi sekaligus materi pada kegiatan tersebut.

Ditegaskan, tidak ada agama yang disebarkan di nusantara ini dengan menggunakan kekerasan. Islam dalam sejarahnya disebarkan oleh ulama dan pedagang, sedangkan kristen disebarkan oleh misionaris kaum Eropa

“Agama selalu menggunakan budaya atau tradisi untuk berkembang dan saling menguatkan. Kita adalah bangsa yang terdiri dari ribuan bahasa, tetapi bahasa kita bukan dari salah satu suku di Indonesia. Itu bukti bahwa bangsa ini tidak memilih-milih budaya, yang ada saling menyatukan,” sebutnya.

Ditegaskan, semua agama moderat, karena semua agama cinta damai. “Yang tidak moderat adalah pola pikir yg sempit,” ujar Baderung

Ir. Alim Niode (Budayawan), dalam pemaparannya mengungkapkan, Gorontalo dulunya hanya berupa bukit-bukit yg tergenang udara, setelah surut jadilah daratan dan di situlah terbentuknya Gorontalo. 17 Linula (kerajaan kecil) sepakat membentuk suatu kerajaan yg disebut dengan Hulonthalo.

Pada tahun 1525, sebutnya, masuklah Islam melalui perkawinan Raja Sultan Amai dengan putri Kerajaan Palasa yang berada di Sulawesi Tengah. Raja Kerajaan Palasa mengharuskan syarat Raja Sultan Amai dan rakyatnya harus masuk Islam.

Semua agama apapun, paling tidak memiliki 5 kandungan yaitu: aspek mistikal, aspek ritual, aspek ideologikal, aspek intelektual dan aspek sosial. Banyak tokoh lintas agama yang bekerja sama dengan Nani Wartabone dalam mengibarkan merah putih dan memerdekakan Gorontalo, bukti moderasi agama sudah ada dalam sejarah Gorontalo, “ujar Niode.

Samsi Pomalingo, MA (PW NU Provinsi Gorontalo) menjelaskann, melihat banyaknya konflik sosial dan konflik agama, maka moderasi agama sangat penting. “Banyak yang bilang kenapa agama harus dimoderasi? Sebenarnya bukan agamanya yang dimoderasi, melainkan sikap kita terhadap agama yang harus dimoderasi,” tandasnya.

NU dan Muhamadiyah, jelasnya, terus mendukung Pemerintah dalam mewujudkan universal beragama. “Membangun moderasi agama memang bukan hal yang gampang, tetapi kita harus terus yakini bahwa pentingnya moderasi agama untuk mewujudkan toleransi di negeri ini,” kata Niode.

Pomalingo menegaskan, polemik dan konflik moderasi yang beragama lebih banyak pada kaum milenial, karena gampang mereka terprovokasi apalagi di dalam isu beragama. “Aksi kekerasan agama banyak dari kelompok anak muda yang salah belajar agama sejak dini,” tandasnya.

Pembimaskat Kemenag Provinsi Gorontalo Reinne Koraag menjelaskan, moderasi beragama bisa dimulai dengan membuka diri terhadap agama-agama lain.

Kami yang beragama Katolik, sebutnya, secara jumlah kecil, tetapi kami tidak minoritas, karena keberadaan kita di Gorontalo sangat bergantung dan tidak dibeda-bedakan oleh masyarakat Gorontalo. “Ini bukti bahwa moderasi beragama di Gorontalo sudah ada,” ujarnya.

Ditambahkan, kita punya satu keinginan, dengan kemajemukan Indonesia kita bisa bergandengan tangan dalam memajukan negeri ini. Kita tidak bisa berdialog dalam doktrin tataran, tetapi kita bisa berdialog dalam tataran universal yang bisa mempersatukan kita.

Depertim (Dewan Pertimbangan) PMKRI Kota Jajakan Gorontalo Sule berharap, menyampaikan para narasumber dapat diimplementasikan di organisasi dan kehidupan kita masing-masing.

“Upaya kita bersama menangkal radikalisme dan mengembangkan toleransi,” ujar mantan Ketua PMKRI Cabang Manado itu. (af)

Meimonews.com – Meski di tengah pandemi covid-19, Generasi Baru Indonesia Sulawesi Utara bersama Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara melaksanakan sosialisasi Urban Farming dalam rangka menyambut Word Water Day (WWD).

Kegiatan yang dilakukan adalah pengenalan Urban Farming, dengan mengenal cara bercocok tanam secara hidroponik. Kegiatan dilakukan di Panti Asuhan dr. Lucas, Karombasan, Selasa (16/3/2021).

Kegiatan tersebut dihadiri pihak Bank Indonesia yang juga menjadi pembina dari Generasi Baru Indonesia, perwakilan dari generasi baru Indonesia, dengan pemateri konsultan hidroponik ranoponik.id, dan juga dari pengelola/pengasuh dari panti asuhan dr. Lucas, Karombasan.

Kegiatan yang dilakukan GenBI Sulut dalam rangka WWD ini tentu menjadi pertanda bahwa kaum milenial sudah memiliki kepedulian tinggi dan mampu menjadi pengantar pesan kepada masyarakat akan pentingnya air sebagai sumber kehidupan sekaligus pemanfaatan air yang lebih sedikit dari pertanian konvensional, menjadi bentuk penghargaan terhadap air melalui hidroponik.

“Pihak Bank Indonesia Sulut berharap kegiatan ini dapat dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan dan tersebar luas bagi masyarakat Sulut khususnya yang tinggal di wilayah Manado,” ujar Glen Tielung, fasilitator kegiatan kepada Meimonews.com di Manado, Rabu (17/3/2021).

Hidroponik telah dikenal baik di Indonesia maupun dunia internasional sebagai metode bertani yang mampu mendorong pertumbuhan tanaman dan hemat air.

Kekurangan lahan perkotaan dan terbatasnya air menjadi pilihan efektifnya hidroponik dibandingkan bertani secara konvensional oleh para petani milenial. Keinginan untuk mengkonsumsi tanaman sehatpun menguatkan semangat para peserta pelatihan ini.

Kegiatan Divisi Social and Community Development GenBI Sulawesi Utara yang didukung penuh oleh Bank Indonesia akan mendampingi anak-anak Panti Asuhan dr. J. Lucas mulai dari pengenalan, proses tanam hingga panen hasil pertanian Hidroponik ini.

Menurut Weski Putra Pratama (Manager Unit Kehumasan Bank Indonesia Kpw Sulut, Bank Indonesia Sulut turut mendukung sekaligus berbangga atas terselenggaranya kegiatan GenBI Sulut di Panti Asuhan dr. J. Lucas melalui gerakan Urban Farming Bersama Generasi Milenial dengan tema Jangan Malu jadi Petani.

Gerakan ini diharapkan mampu memberikan motivasi dan dorongan terhadap anak-anak Panti Asuhan dr. J. Lucas untuk menggiatkan pertanian di perkotaan melalui penanaman tanaman dengan metode hidroponik.

Pengalaman di kota-kota lain di Indonesia yang telah lebih dahulu melaksanakan pertanian urban juga membuktikan bahwa usaha berbasis tanaman hidroponik mampu memberikan penghasilan bagi petani sekaligus mendukung swadaya pangan di lingkungan sekitar.

Ketua Divisi Social and Community Development Generasi Baru Indonesia Serjio Saeh menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja dari Generasi Baru Indonesia, dan juga menyambut WWD dengan kegiatan Urban Farming berbasis tanaman hidroponik,

“Kegiatan tersebut mengajak seluruh masyarakan khusunya para kaum milenial untuk tetap aktif d itengah pandemi, dan juga agar kiranya mereka mampu menghasilkan bahan pangan yang mampu dikonsumsi sendiri atau dijual,” ujarnya.

Selain itu, tambahnya, melalui menanam melalui hidroponik dapat memanfaatkan air sebagai media utama. Konsep kegiatan tersebut juga yakni melakukan perkenalan hidroponik, melakukan pendampingan serta sampai proses panen. (af)

Meimonews.com – Kongregasi Suster-suster Jesus Maria Joseph (SJMJ) menggelar aksi simpatik lewat kegiatan Batanam Pohon, baru-baru.

Khusus suster-suster yang berada di wilayah Manado melakukan kegiatan batanam di Perkebunan JMJ di kompleks Akademi Keperawatan Tomohon sedang yang berada wilayah lain seperti di Piru, Papua dan Sugeng menanam di perekebunan masing-masing.

Mengenai jenis tanaman yang ditanam, jelas Suster Monica Suparlan kepada Meimonews.com di Manado, Kamis (11/3/2021), bermacam-macam.

“Pohon yang ditanam adalah mahoni, pala, sirsak dan pohon buah lainnya,” ujar Suster Suparlan.

Kegiatan menanam ini, ungkap Provinsial SIMJ Manado Suster Justien Tiwow SMSJ adalah dalam rangka pencanangan bulan Maret 2021 sebagai Bulan Santo Joseph yang dicanangkan Bapa Suci.

“Selain berdoa novena, kita melakukan penanaman pohon. Satu pohon kita potog, satu pohon pula kita tanam,” ujar Suster Tiwow saat berbicara di acara penanaman di Perkebunan JMJ di Akper Tomohon. (lk)

Meimonews.vom – SD Kartika Wirabuana 7 adalah sebuah lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Yayasan Kartika Jaya Koordinator XXII Korem 131 Cabang XXI Merdeka. Sekolah yang terletak di Kelurahan Pakowa Kecamatan Wanea Manado ini berdiri tahun 1968.

Dalam sejarah perjalanan panjang sekolah ini, sudah beberapa kali terjadi perubahan nama, yang merupakan perubahan TNI di daerah ini, mulai dari Kodam XIII kemudian Korem 131 dan kembali Kodam lagi dengan Korem 131 satu perangkatnya.

Kendati begitu, arah dan daerah pendidikan tetap tidak berubah, sejalan dengan izin operasional persekolahan ini. Lokasi sekolah tidak pernah pula berpindah. Sejak berdiri hingga saat ini tetap berlokasi di tempat yang sama.

Para Kepala Sekolah telah mengalami beberapa kali pergantian, sesuai dengan kebutuhan. Sejak tahun 2014, Kepala Sekolahnya adalah Maximiliaan Patrice Kapoh, S.Pd, yang menggantikan (Alm) Baatje Lumantau.

Murid sekolah ini dari tahun ajaran ke tahun ajaran berikutnya bertambah, kecuali pada masa pandemi Covid-19 yang agak berkurang. Mereka dididik / dibina oleh beberapa guru baik yang berstatus ASN maupaun pegawai yayasan.

Murid – murid sekolah ini bertempat tinggal di Kelurahan Pakowa dan Kelurahan Wanea, Kecamatan Wanea. Mayoritas tinggal di Asrama Gabungan TNI, yang berada di sekitar sekolah.

Perkembangan murid dari tahun ke tahun, jelas Kepala SD Kartika Wirabuana Maximiliaan Patrice Kapoh, S.Pd merendah saat berbincang dengan Meimonews.com  di ruang kerjanya, Jumat (12/3/2021) memang terbilang biasa – biasa saja, halmana disebabkan adanya beberapa sekolah baik negeri maupun swasta di sekitaran sekolah mereka.

Kendati begitu, kualitas pendidikan di sekolah ini tetap dijaga. Kegiatan baik sesuai dengan kurikuler maupun ekstra-kurikuler tetap diatur sesuai aturan / baru yang berlaku.

Kegiatan seperti pembinaan keagamaan, kesenian, olahraga dan pramuka tetap dilaksanakan sesuai kebutuhan yang ada.

Kapoh mengakui, tidak banyak prestasi besar yang diraih murid – murid sekolahnya, tetapi ada sejumlah besar yang telah diraih di beberapa tahun terakhir, di antaranya ada muridnya yang menjadi Juara I Karate Putra Olimpiade Olahraga Siswa Nasional UPTD Wanea tahun 2016 dan Juara I Lomba Pidato Putra Tingkat SD PAI se – Kota Manado Tahun 2015.

Dalam tahun ini dan tahun – tahun ke depan, pihaknya akan melakukan kegiatan – kegiatan yang sudah dilaksanakan di tahun – tahun sebelumnya dan akan meningkatkannya.

Sekolah ini mengusung visi ‘Terwujudnya insan unggul, bertaqwa dan iptek, berkualitas, berkepribadian’, dengan empat visi yakni pertama, mempersiapkan rencana berkwalitas dan medan Imtaq dan Iptek; kedua, membentuk sumber daya manusia yang kreatif sesuai perkembangan zaman; ketiga, membangun citra sekolah terpercaya di dalam masyarakat; dan keempat, menanamkan sikap karakter bangsa.

Sementara tujuan sekolahnya adalah pertama, siswa beriman dan bertagwa kepada Tuhan yang Mahaesa; kedua, siswa sehat jasmani dan rohani, siswa memiliki dasar pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan untuk melanjutkan pendidikan pada lebih tinggi; ketiga, mengenal dan mencintai bangsa, masyarakat dan budaya.

“Program pendidikan karakter akan menjadi perhatian pihak sekolah. Program telah dan akan disediakan, ”ujarnya. (elka)

Meimonews.com – Empat pastor yakni Pastor Yangko Alo Pr, Pastor Hanny Mentang Pr, Pastor Andre Santie MSC dan Pastor Christ Santie MSC memberikan berkat dan pengutusan kepada Wakil Walikota Tomphon Wenny Lumentut di penghujung misa yang diadakan di Terung Kabasaran Kolongan (Tomohon), Sabtu (6/3/2021).

Misa tersebut diselenggarakan dalam rangka syukuran atas dilantiknya Wenny Lumentut sebagai Wakil Walikota Tomohon, baru-baru.

Hadir pada syukuran tersebut sejumlah Badan Pengurus Kaum Bapak Katolik Keuskupan Manado (KBK-KM) yang dipimpin Edwin Kindangen (Ketua Umum), Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah LP3KD) Sulut, Pembimaskat Kemenag Sulut Joula Makarawung, JO Bolang (mantan Bupati Minahasa) , Anggota DPRD Sulut Fabian Kaloh, Anggota DPRD Minahasa Lucia Taroreh, Anggota DPRD Manado Jane Laluyan.

Dalam krisisnya, Wenny Lumentut yang adalah Ketua LP3KD Sulut dan Penasehat Awam KBK-KM menyampaikan terima kasih atas doa dan berkat yang diberikan para pastor.

Lumentut mengungkapkan rasa syukur dan terimakasih atas penyertaan Tuhan serta dukungan dari umat Katolik termasuk LBK dan LPK3D sehingga bisa terpilih menjadi Wakil Walikota dan boleh mulai melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang diamanatkan masyarakat Kota Tomohon bersama Walikota Caroll Senduk.

Kepercayaan ini akan terus dilakukan dirinya bersama Walikota Caroll Senduk untuk membangun dan menyejahterakan masyarakat Tomohon.

Dalam duet kepemimpinannya bersama Walikota Caroll Senduk, ungkap Lumentut, tidak akan ada pengkotak-kotakkan denominasi agama yang satu dengan yang lain.

“Agama tidak oleh dibawa pulang dalam politik. Agama untuk menilai iman di dalam berpolitik. Apa yang kita buat sehari-hari tentu Tuhan tidak akan tutup mata,” ujarnya.

Ia dan pak Senduk akan bertindak proporsional saja. Tomohon yang adalah Kota Pendidikan dan Kota Religius bisa berjalan dengan baik.

Wujud konkit dari komitmen mereka terlihat dari penyusunan FKUB dan BKSAUA, yang dalam waktu dekat akan keluar Surat Keputusan (SK) pengangkatannya.

Kalau sebelumnya di FKUB ,. JUMLAH (perwakilan agama) hanya 1-2 orang, sekarang sudah 3-4 orang. Di BKSAUA sudah 7-8 dari sebelumnya hanya 3-4 orang. (lk)

Meimonews.com – Kunjungan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikun di Sulut, yang baru membuat Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Manado bergerak cepat mempersiapkan hal-hal terkait, yang dibutuhkan.

“Kunjungan pak Menkes RI membuat kami, Satgas Covid-19 Kota Manado berkolaborasi untuk tenda, peralatan vaksinasi dan orang yang akan divaksinasi,” ujar Wakil Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Manado Donald Sambuaga.

Dalam percakapan dengan  Meimonews.com  di Manado, Sabtu (7/3/2021), Sambuaga menjelaskan, Satgas yang berkolaborasi tersebut terdiri dari Polri, TNI, Dinkes, BPBD, Satpol PP, Dishub, PD Pasar dan Pemerintah setempat.

Sambuaga yang adalah Kepala BPBD Kota Manado ini menjelaskan pula adanya kegiatan BPBD Manado berupa vaksinasi gelombang kedua yang dilakukan Puskesmas Ranomuut di kantor BPBD Manado, pekan lalu.

“Vaksinasi dilakukan bagi petugas publik, ASN dan THL BPBD Kota Manado. Ada 21 pegawai dan 37 THL yang divaksinasi,” sebut mantan Camat Wenang ini. (af)

Meimonews.com – Ketua Relawan Anti Narkoba (RAN) Sulut Monica Satriawan mengingkatkan, bagi RAN yang melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi bertingkat, mulai dari sanksi teguran sampai pemberhentian.

Hal tersebut disampaikan Monica ketika tampil sebagai narasumber/pembicara pada Asistensi Penguatan Relawan Dalam Rangka Pembentukan Relawan Anti Narkoba di Desa Sea Tumpengan Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa, Jumat (5/3/2021).Meimonews.com

Kegiatan yang diselenggarakan BNN Sulut yang diikuti dua puluhan warga desa setempat tersebut dibuka pelaksanaannya oleh Kepala BNN Sulut Brigjen Pol. Victor J. Lasut.

Selain Monica, yang adalah istri Brigjen Pol. Lasut itu, tampil pula sebagai narasumber/pembicara pada kegiatan yang dipandu/dimoderatori Ketua PPP Brimob Lexie Kalesaran adalah Korbid Rehabilitasi Reine Wowiling serta arahan singkat dari Kobid P2M Sam G. Repi.

“Ada sanksi yang diberikan secara bertingkat, mulai dari teguran lisan, tertulis oleh Ketua RAN sampai pada pemberhentian sebagai RAN oleh Pembina Fungsi (BNN) berupa pencabutan sertifikat dan pin RAN, dinonaktifkan dari RAN dan dihapus nomor registrasi pada aplikasi atau dengan cara lain sesuai kebijakan Pembina Fungsi,” tegasnya.

Selain itu, tambah Monica, bila melakukan pelanggaran pidana, diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Monica lantas menguraikan apa yang menjadi hak dan kewajiban dari RAN. Hak para Relawan adalah memperoleh pin BNN RAN dilengkapi sertifikat, bekerjasana dengan BNN RI/Provinsi/Kabupaten/Kota, memperoleh pembinaan langsung BNN, dapat mengikuti kegiatan pencegahan, penyalahgunaan Narkotika diselenggarakan oleh BNN.

Untuk kewajiban RAN adalah menaati aturan yang berlaku bagi relawan, menjalankan penyebarluasan informasi pencegahan dan penyalahgunaan narkoba melalui tatapmuka atau kampanye melalui media, berpartisipasi aktif dalam kegiatan pencegahan yang dilaksanakan BNN/BNNP/BNNK, bantu kembangkan kegiatan RAN, jaga nama baik relawan dan BNN serta melaporkan kegiatan ke BNN.

Dalam sambutannya, Lasut menguraikan tentang jenis-jenis narkoba dan bahaya akibat penyalahgunaannya serta peta penyebarannya.

Diungkapkan, kondisi penyalahgunaan narkoba di Sulut termasuk kawasan rawan narkoba di Sulut, yang sungguh memprihatinkan. “Ada sejunlah kelurahan rawan narkoba di Sulut tahun 2021. Ada 29 kelurahan yang masuk kategori bahaya,” ujar mantan Direskrimum Polda Sulut ini.

Karena Desa Tumpengan akan dijadikan Desa Bersinar (bersih dari narkoba), sebut Lasut maka akan sejumlah kegiatan yang dilakukan setelah asistensi ini. Di antaranya akan dibentuk satgas (satuan tugas).

“Akan ada tim dari BNN Sulut yang turun ke sini (Desa Sea Tumpengan) untuk mengaturnya, berkoordinasi dengan Pemerintah di sini,” jelasnya. (af)