Meimo News

Meimonews.com – Profesional dan Usahawan Katolik (Pukat) Keuskupan Manado (Kusuma) menggelar Evaluasi dan Pemilihan Ketua Perode 2026-2029 di Nusantara Diving Center Manado, Sabtu (9/5/2026).

Hadir dalam kegiatan konsolidasi organisasi ini Risdianto Tunandi (GM Regional Tribun Network), Gunawan Poulden (pengusaha hasil bumi), Rudy Susilo (pengusaha), Andy Sumual (owner Freshmart), Jafferson Muljanto (kontraktor), Arry (pimpinan itCenter).

Selain itu Meity (owner MCC), Go Liem Ho (pengusaha), Aldrin Anis (PNS Provinsi Sulut) dan beberapa pengusaha lainnya.

Para anggota Pukat bersepakat memilih kembali Jemmy Asiku (pengusaha dan Penasehat Investasi Gubernur Sulut) sebagai Ketua yang di dampingi Jafferson Muljanto sebagai Wakil Ketua untuk memimpin Pukat Kusuma untuk masa jabatan 3 tahun ke depan.

Para anggota berharap, Pukat Kusuma di bawah kepemimpinan Jemmy Asiku dan Jafferson dapat lebih dirasakan perannya dalam bidang usaha dan profesional.

Jimmy Asiku mengharapkan dukungan seluruh anggota Pukat Kusuma untuk berjalan bersama dalam pelayanan kepada umat Katolik secara khusus dan masyarakat pada umumnya sehingga Pukat bisa berakar, bertumbuh, berbuah dan akhirnya dapat berbagi. (LAK)

Meimonews.com – Sejumlah nama mencuat untuk.duduk dalam kepengurusan Pengurus Besar (PB) Perkumpulan Pinaesaan ne Tombulu (PneT) masa bakti tahun 2026-2029 baik sebagai pengurus maupun pembina atau penasehat.

Ada figur lama tetapi banyak pula figur-figur baru yang diharapkan masuk dalam kepengurusan baru PB PneT pimpinan Edwin OJ Poluan, hasil Munaslub yang diselenggarakan di De Tuna Resto Rawasari Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Untuk dua nama yakni Deitje W. Mawuntu dan Stien Rosok sudah dipastikan akan masuk dalam kepengurusan sebagai Sekretaris Umum dan Bendahara Umum, halmana karena sudah ada ‘signal’ dari Ketua Umum terpilih kepada mereka.

Menurut sumber Meimonews.com, Poluan telah meminta kesediaan Ketua Panitia Pelaksana Mubeslub Deitje W. Mawuntu untuk mendampinginya sebagai Sekretaris Umum dan Stien Rosok sebagai Bendahara Umum.

Begitu juga di dalam struktur Dewan Pembina atau Dewan Penasehat, terakomodir figur dan tokoh-tokoh hebat asal etnis Tombulu, yang bersedia untuk membawa perkumpulan ini bersama-sama dengan pengurus untuk bisa memberikan manfaat bagi warga Tombulu itu sendiri dirantau.

Kehadiran figur-figur lama dan baru tersebut diharapkan semakin memantapkan kehadiran organisasi ini ke depan, mengingat organisasi sudah ada sekitar sepuluh tahun dan berbadan hukum (ada akta notaris dan telah tercatat di Kementerian Hukum dan HAM RI) walau sempat fakum beberapa tahun.

Awal berdirinya organisasi ini, ungkap Mawuntu,.adalah atas arahan dan bimbingan Tonaas Wangko Benni Tengker (Ketua KKK), yang dulu pernah tinggal dan bersekolah di Tomohon (SMP Gonsaga saat ini). Tengker merasa bagian dari wanua sub etnis Tombulu.

Selain Tengker (kini telah meninggal dunia), ada juga figur Yessy Wenas (tokoh legendaris bidang budaya dan seni yang menciptakan lagu “Mutiara yang Hilang” yang dinyanyikan artis terkenal Yuni Sarah) yang juga punya andil untuk kehadiran organisasi ini.

Judul lagu tersebut, diharap Mawuntu menjadi semangat bagi tou-tou Tombulu dirantau, untuk tidak menjadi mutiara-mutiara yang hilang, tapi bisa saling memberi manfaat dalam wadah ini, saling menopang, gotong-royong, tolong-menolong.

Selain itu, tetap menjaga budaya dan setia dengan slogan Zumani yang artinya mengedepankan spirit kerukunan, solidaritas, toleransi, kepedulian, dan cinta kasih kepada sesama warga masyarakat, khususnya sub etnis Tombulu, Minahasa (Sulawesi Utara) tanpa membedakan latar belakang agama, politik , ekonomi dan pendidikan serta golongan dan status sosial. (elka)

Meimonews.com – Perkumpulan Pinaesaan ne Tombulu (PneT) menggelar Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) di De Tuna Resto Rawasari Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Mubeslub diikuti perwakilan wanua-wanua/perkumpulan se-Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi) baik secara luring (hadir langsung) maupun secara daring (online).

Mereka adalah perwakilan pengurus dari Taratara, Woloan, Kakaskasen, Kembes, Koka, Rurukan, Pangolombian, Talete, Tanawangko, Rambunan, Walian, Kinilow, Tondangow serta dari Sawangan-Tikela-Kamangta, Koka, Kakaskasen. Hadir juga perwakilan perkumpulan KKK Tomohon.

Mubeslub yang dilaksanakan Panitia Penyelenggara yang diketuai Deitje Mawuntu (pendiri/penggagas PneT) ini dipimpin Robby Pandey (utusan Tara-tara) di dampingi Helen Kumenit (Tanawangko) sekretaris dan Jemmy Pongoh (Koka) anggota serta pimpinan sidang sementara yakni Steven Pangkerego (Talete).

Ada sejumlah agenda yang dibahas dalam Mubeslub yang diawali doa oleh Pdt. Dabby Loula Rombot dan diikuti utusan wanua-wanua/kampung sub etnis Tombulu yang ada di Kawasan Megapolitan di Indonesia ini.

Di antaranya Laporan Pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya, Pembahasan AD dan ART serta Pemilihan Ketua Umum Pemgurus Besar (PB) baru.

Peserta Mubeslub secara aklamasi memilih Edwin OJ Poluan (Woloan) sebagai Ketua Umum PB PneT periode 2026-2029.

Dengan terpilihnya Poluan sebagai Ketua Umum PB, maka kepadanya diberi kewenangan untuk menyusun/melengkapi struktur kepengurusan ini sampai dengan waktu satu minggu ke depan.

Setelahnya akan diadakan acara Pengukuhan/Pelantikan PB PneT untuk masa bakti 3 tahun ke depan, yang akan dihadiri oleh semua anggota, warga Tombulu yang ada di Jabodetabek.

“Untuk waktu pelaksanaan akan diatur oleh panitia juga pengurus baru yang akan dilantik, setelah berkoordinasi dengan seluruh calon pengurus juga Dewan Pembina dan Dewan Penasehat yang terakomodir,” ujar Mawuntu kepada Meimonews.com via WhatsApp, Sabtu (9/5/2026).

Mawuntu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak terutama para wanua-wanua atau perkumpulan yang sudah hadir dan memberikan dukungannya bagi ketua umum yang baru serta kepada pimpinan sidang sementara dan pimpinan sidang tetap yang telah memimpin jalannya sidang dengan penuh semangat.

Diketahui, Perkumpulan Pinaesaan ne Tombulu (PneT) telah telah memiliki akte notaris dan terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM RI sejak tahun 2016. (elka)

Meimonews.com – Direktur Utama RSUP Kandou Starry Homenta Rampengan menegaskan, rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan yang berhubungan langsung dengan pasien harus mengutamakan pelayanan yang aman, bermutu, efektif, efisien, serta bebas dari diskriminasi, dengan tetap mengedepankan kepentingan pasien sesuai standar pelayanan.

Penegasan tersebut disampaikan Starry ketika membuka kegiatan Orientasi, Pendidikan, dan Pelatihan bagi mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Sariputra Indonesia Tomohon, Rabu (7/5/2026).

 

Aspek keselamatan di rumah sakit, menurutnya, menjadi hal yang sangat penting, meliputi keselamatan pasien, keselamatan tenaga kesehatan, serta keselamatan bangunan dan peralatan yang juga berdampak terhadap lingkungan.

“Perkembangan rumah sakit saat ini sangat pesat, sehingga setiap institusi pelayanan kesehatan dituntut untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dengan memanfaatkan seluruh sumber daya secara optimal, aman, efektif, dan efisien,” ujarnya pada kegiatan yang turut dihadiri Manajer Diklat Frets Melope dan Asisten Manajer Pelatihan Jimmy Kamagi.

Pejabat kelahiran Manado, 7 September 1973 ini menekankan pentingnya pencegahan dan perencanaan dalam menciptakan fasilitas pelayanan yang mampu menjamin keselamatan pasien. Hal ini menjadi landasan utama dalam setiap tindakan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Mantan Kepala Bagian/SMF Kareiologi dan Kedokteran Vascular ini berharap kepada para peserta didik yang akan melaksanakan praktik kerja lapangan, dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.

Sebelum terjun ke lapangan, mereka akan dibekali berbagai materi penting, seperti Bantuan Hidup Dasar (BHD), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS), serta pelayanan prima.

“Pembekalan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi mahasiswa dalam memberikan pelayanan yang profesional dan berorientasi pada keselamatan pasien,” sebut Wakil Ketua Komite Medik RSUP Kandou tahun 2019. (Fer)

Meimonews.com – Walikota Manado Andrei Angouw menghadiri kegiatan Sinergi dan Kolaborasi (Serasi) Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bersama Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri) yang dilaksanakan di Four Points by Sheraton Manado, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan pemahaman peserta JKN mengenai hak dan kewajiban, prosedur pelayanan kesehatan, serta memperkuat sinergi antara BPJS Kesehatan dan Pepabri dalam mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya para purnawirawan dan warakawuri TNI/Polri.

Kehadiran Walikota Manado menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kota Manado terhadap optimalisasi pelaksanaan Program JKN di Provinsi Sulawesi Utara, khususnya di Kota Manado, guna memastikan masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Walikota menyampaikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan dan Pepabri atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Bagi saya, kesehatan adalah investasi bangsa ke depan, yakni investasi sumber daya manusia yang nantinya akan bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Semoga pelayanan BPJS Kesehatan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujar Walikota.

Turut hadir dalam kegiatan ini Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sulut Rima Lolong (mewakili Gubernur Sulut), Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan Akmal Budi Yulianto, Wakil Ketua Departemen Kesejahteraan DPP Pepabri Mayjen TNI (Purn.) Ahmad Yani Basuki, pejabat BPJS Kesehatan Pusat, pimpinan BPJS Kesehatan Wilayah X.

Selain itu, jajaran DPD Pepabri Sulut, pimpinan Persatuan Rumah Sakit Indonesia, Kepala Dinas Kesehatan Kota Manado Boby Kereh serta undangan lainnya. (elka)

Meimonews.com – Sehubungan dengan informasi yang berkembang di masyarakat terkait adanya seorang pria yang diamankan di lingkungan Universitas Negeri Manado (Unima) pada Rabu (6/5/2026), Polres Minahasa memberikan penjelasan.

Kejadiannya, pada Rabu (6/5/2026), Satuan Pengamanan (Satpan) Kampus Unima mengamankan seorang pria karena menunjukkan gelagat yang mencurigakan di area kampus. Selanjutnya yang bersangkutan diserahkan kepada Tim Resmob Polres Minahasa untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan dan pendalaman yang dilakukan oleh pihak kepolisian, tidak ditemukan adanya indikasi maupun niat dari yang bersangkutan untuk melakukan tindak kejahatan di lingkungan kampus ataupun terhadap civitas akademika.

Adapun senjata tajam yang sempat didapati saat proses pengamanan diketahui bukan milik yang bersangkutan, melainkan milik rekannya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, klarifikasi, serta pembinaan oleh pihak kepolisian, yang bersangkutan kemudian dipulangkan dan dibebaskan pada Kamis (7/5/2026).

Polres Minahasa mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Kepolisian juga menyampaikan apresiasi kepada pihak keamanan kampus yang telah bertindak cepat dan kooperatif dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban (kamtib) di lingkungan kampus. (*)

Meimonews.com – Universitas Negeri Manado (Unima) menggelar kegiatan Halal Bi Halal 1447 H / 2026 M di Training Center Fakultas Kedokteran Unima, Tondano, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat ukhuwah serta meneguhkan nilai toleransi di lingkungan kampus.

Acara tersebut dihadiri Rektor Unima Joseph Philip Kambey bersama jajaran pimpinan universitas, Ketua Kerukunan Muslim Unima Arijani, serta panitia pelaksana yang diketuai Delly Sabudu.

Turut hadir pula pimpinan dan seluruh civitas muslim Unima yang mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan kebersamaan.

Dalam rangkaian kegiatan, ceramah agama disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulawesi Utara Ulyas Taha.

alam tausiyahnya, Taha mengajak seluruh civitas akademika untuk terus memperkuat keimanan, menjaga persaudaraan, serta mengedepankan sikap saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. (*/FA)

Meimonews.com – Fakultas Pertanian (Faperta) Unsrat kini memiliki 17 guru besar (profesor) menyusul adanya pengukuhan 4 guru besar dari Faperta bersamaan dengan 6 guru besar lainnya yang diselenggarakan pada sidang senat terbuka Unsrat di Aiudiitorium Unsrat Manado, Kamis (7/5/2026).

Keempat guru besar tersebut adalah Dedie Tooy, Dantje Tarore, Betsy Agustina Naomi Pinaria, dan Leonardus Ricky Rengkung.

Dengan bertambahnya jumlah guru besar di instutusi pendidikan yang didirikan pada 1 Mei 1960 ini maka Dekan Faperta Unsrat Dedie Tooy menyatakan bersyukur atas ketambahan guru besar ini.

Dalam percakapan dengan Meimonews.com di sela acara syukuran di halaman kampus fakultas yang memiliki visi Menjadi fakultas pertanian yang unggul, berbudaya, inovatif, bermakna, dan berkelas internasional terutama dalam layanan tridharma perguruan tinggi berbasis kawasan Wallacea ini, Tooy berterima kasih atas dukungan Rektor Unsrat dan jajaran

“Dan berharap dengan ketambahan guru besar ini squat fakultas dalam bidang keilmuan dan teknologi untuk lebih berdampak bagi masyarakat Sulawesi Utara,” ujarnya.

Bertambahnya empat guru besar ini disyukuri oleh pimpinan, staf dan pegawai serta sivitas akademika fakultas.

Setelah pengukuhan di Auditorium Unsrat, keempat guru besar, pimpinan, staf dan sejumlah dosen serta keluarga mereka yang dikukuhkan berarak dengan berjalan kaki menuju kompleks fakultas.

Setelah sampai di tempat pelaksanaan syukuran, mereka yang dikukuhkan disambut dengan penyematan bunga oleh Ketua Senat Fakultas Jantje Pelealu (mantan Dekan) dan musik, kemudian dilanjutkan dengan ibadah.

Sebelum makan siang bersama dan sesi foto-foto, keempat guru besar di dampingi istri/suami memberikan sambutan singkat.

Suasana gembira mewarnai acara syukuran ini. Persembahan lagu oleh beberapa pimpinan dan staf prodi berkumandang menyemarakkan acara.

Turut hadir pada acara syukuran ini, Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie dan Wakil-wakil Rektor. (FA)

Meimonews.com – Sebanyak 10 guru besar (profesor) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado dikukuhkan dalam sidang senat terbuka Unsrat yang dipimpin Ralf Kairupan di Auditorium Unsrat Manado, Kamis (7/5/2026).

Pengukuhan ini berdasarkan surat keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia (Kemenediktisanitek RI) Brian Juliarto yang dibacakan Wakil Rektor 2 Unsrat Royke Iwan Montolalu.

Kesepuluh guru besar tersebut adalah Steenie Edward Walla, Tiny Mananoma, Dolfie Paulus Pandara, Henny Lieke Rampe, Joy Elly Tulung, Dedie Tooy, Dantje Taroreh, Betsy Agustina Naomi Pinaria, Leonardus Ricky Rengkung, dan
Carnels Djelfie Massie,

Sebelum dikukuhkan, para guru besar tersebut menyampaikan orasi ilmiah (secara singkat) di hadapan pimpinan dan anggota senat universitas, pimpinan unsrat dan fakultas, serta tamu/undangan termasuk Kepala Bapelitbang Sulut, Dewan Pengawas Kemendiktiaaintek, Kabidkum Polda Sulut dan keluarga guru besar yang dikukuhkan.

Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie mengatakan, hari ini, di ruangan ini kita menyaksikan buah dari sebuah perjuangan panjang itu. Menjadi guru besar bukan perjalanan yang singkat.

“Di balik toga dan gelar profesor yang hari ini dikenakan, ada malam-malam panjang yang diisi penelitian, ada lelah yang sering disimpan dalam diam, ada kegagalan yang dilalui dengan ketekunan, dan ada doa keluarga yang tidak pernah berhenti menyertai,” ujarnya.

Karena itu, sambung Rektor, pengukuhan hari ini bukan hanya kebanggaan pribadi tetapi juga kebanggaan keluarga, kebanggaan Unsrat dan kebanggaan masyarakat Sulut.

“Hari ini Universitas Sam Ratulangi bersyukur karena memiliki 10 guru besar baru yang akan menjadi cahaya bagi generasi muda, menjadi penggerak lahirnya inovasi dan menjadi suara akademik yang membawa solusi bagi masyarakat,’ tandas Rektor.

Gubernur Sulut dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Bapelitbang Sulut Yani Lukas mengatakan, guru besar adalah pencapaian luar biasa yang diraih nelalui proses panjang, penuh dedikasi, kerja keras dan ketekunan.

“Tidak semua orang mampu mencapai titik ini, sehingga apa yang diraih hari ini patut disyukuri dan dibanggakan,” ujar Lukas,

Guru besar, menurut Gubernur, bukan sekedar capaian akademik tertinggi melainkan simbol tanggung jawab yang besar. Di balik gelar tersebut, tersimpan harapan agar para.guru besar mampu menjadj pelopor dalam pengembangan ilmu pengetahuan, pendidik yang membenruk generasi unggul sekaligus penggerak perubahan di tengah masyarakat.

“Dengan demikian, seorang guru beaar tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan intelektual tetapi juga kebijakaanaan serta kemampuan untuk menghadirkan dampak nyata,’ sebutnya. (FA)

Meimonews.com – Unsrat (Universitas Sam Ratulangi) terus memperluas jejaring kolaborasi strategis dengan berbagai instansi penting termasuk di daerah Sulawesi Utara.

Itu terlihat ketika Rektor Unsrat Oktovian Berty Alexander Sompie melaksanakan kunjungan kerja ke Markas Komando Daerah Militer (Makodam) XIII/Merdeka, Manado, Rabu (6/5/2026).

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Unsrat dalam mempererat silaturahmi serta menjajaki peluang kerjasama lintassektor antara dunia pendidikan tinggi dan institusi militer.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Rektor Unsrat menyampaikan bahwa sinergi antara Unsrat dan Kodam XIII/Merdeka memiliki potensi besar, terutama dalam bidang penguatan wawasan kebangsaan, pengabdian masyarakat, hingga riset teknologi terapan yang relevan dengan pertahanan wilayah.

Sebagai institusi pendidikan terbesar di Sulawesi Utara, Unsrat memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam mencetak intelektual, tetapi juga dalam membentuk karakter generasi muda yang cinta tanah air.

“Kolaborasi dengan Kodam XIII/Merdeka adalah langkah konkret untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar Rektor yang.adalah juga Ketua Pengurus Daerah KB FKPPI Sulut. (FA)